PERBANDINGAN PENENTUAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA SPUTUM PASIEN TB PARU MENGGUNAKAN TES CEPAT MOLEKULAR DAN BASIL TAHAN ASAM DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2014-2017 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN PENENTUAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA SPUTUM PASIEN TB PARU MENGGUNAKAN TES CEPAT MOLEKULAR DAN BASIL TAHAN ASAM DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2014-2017


Pengarang

Sarach Meilia Aliyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507101010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global pada era ini. Pada tahun 2016, TB merupakan penyakit urutan kedua yang menyebabkan kematian di dunia dan menjadi penyakit teratas yang disebabkan oleh agen infeksi tunggal. Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) merupakan pemeriksaan yang cukup cepat dan mudah namun memiliki tingkat sensitivitas yang rendah. WHO merekomendasikan Tes Cepat Molekular (TCM) untuk meningkatkan sensitivitas dan spesifitas dalam mendiagnosis TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien suspek TB, persentase dan tern insidensi sputum positif menggunakan BTA dan TCM. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder dari catatan laporan hasil pemeriksaan BTA dan TCM pada periode April 2014 - Desember 2017 di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini memperlihatkan dari 1192 pasien suspek TB ditemukan lebih banyak pasien berjenis kelamin laki-laki (68,6%). Ditemukan rentang usia terbanyak pasien laki laki adalah 46-55 tahun (24,6%) dan pasien perempuan pada kelompok umur 56-65 tahun sebanyak 44 pasien (21,1%).Hasil pemeriksaan BTA didapatkan BTA positif 53,4% dan BTA negatif 46,6%. Hasil pemeriksaan TCM didapatkan Mycobacterium tuberculosis (M.tb) negatif 59,9%, hasil positif 40,1% (Rifampisin sensitif 30,5% dan Rifampisin resisten 9,6%). Ditemukan adanya 2 false negative dan 15 false positive pada pemeriksaan BTA. Tren insidensi sputum positif pada pemeriksaan TCM dan BTA cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya.

Kata kunci: TB, BTA, TCM, M.tb,tren insidensi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK