IMPLEMENTASI ALGORITMA ARTIFICIAL BEE COLONY PADA PENDISTRIBUSIAN KORAN DI WILAYAH BANDA ACEH (STUDI KASUS: KORAN SERAMBI INDONESIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI ALGORITMA ARTIFICIAL BEE COLONY PADA PENDISTRIBUSIAN KORAN DI WILAYAH BANDA ACEH (STUDI KASUS: KORAN SERAMBI INDONESIA)


Pengarang

Novia Mustika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308101010009

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Traveling Salesman Problem (TSP) adalah sebuah permasalahan pencarian rute minimum yang dilalui ketika mengunjungi beberapa tempat tanpa harus mendatangi tempat yang sama lebih dari satu kali. Permasalahan TSP dapat diselesaikan menggunakan Algoritma Artificial Bee Colony. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur terpendek (optimal) pendistribusian koran Serambi Indonesia di wilayah Banda Aceh, dimana agen diharuskan memilih jalur terpendek dari gudang pengambilan koran ke lokasi pelanggan menggunakan Algoritma Artificial Bee. Cara kerja Algoritma Artificial Bee Colony dimulai dengan menentukan solusi awal yaitu membuat rute pendistribusian secara acak sebanyak n kali lalu rute tersebut diperbaharui menggunakan Neighbourhood Operator pada tahap employed bee dan onlooker bee. Langkah berikutnya adalah menghitung nilai fitness masing-masing rute yang akan digunakan untuk menghitung nilai probabilitas. Langkah terakhir yaitu tahap scout bee, pada tahap ini dilakukan perbandingan untuk memilih solusi yang terbaik, jika rute yang dipilih pada tahap scout bee tidak memenuhi perbandingan tersebut maka proses akan kembali pada tahap employed bee. Proses perhitungan akan terus berulang sampai iterasi mencapai maksimum iterasi. Dari hasil penelitian diperoleh total jarak pada Algoritma Artificial Bee Colony sepanjang 33,3 Km, sedangkan jarak yang ditempuh agen sepanjang 40,3 Km, jika dibandingkan dengan hasil yang didapat pada penelitian ini total jarak yang ditempuh agen lebih besar dari pada Algoritma Artificial bee Colony. Sehingga hasil penelitian ini lebih optimal menggunakan Algoritma Artificial bee Colony.

Kata kunci: Traveling Salesman Problem, Artificial Bee Colony, Neighbourhood
Operator

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK