KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT BK-03 DARI DAGING KERBAU INDIGENOUS (BUBALUS BUBALIS) YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN BAKTERIOSIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT BK-03 DARI DAGING KERBAU INDIGENOUS (BUBALUS BUBALIS) YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN BAKTERIOSIN


Pengarang

Icha Rahma Khairani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308104010009

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan salah satu bakteri yang memiliki aktivitas metabolisme asam laktat yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Penambahan asam laktat serta zat antimikroba seperti bakteriosin yang dihasilkan BAL merupakan salah satu metode pengawetan secara biologis yang disebut dengan biopreservatif. Penelitian dilakukan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan mengidentifikasi isolat BAL dengan kode BK-03, serta melihat potensinya dalam menghasilkan senyawa antimikroba bakteriosin. Hasil karakterisasi isolat BK-03 berdasarkan ciri morfologi sel adalah Gram positif berbentuk kokus, sedangkan ciri koloni adalah berwarna putih krem, berbentuk bulat, dengan tepian koloni licin dan elevasi timbul. Isolat BK-03 teridentifikasi secara molekuler dengan gen penyandi 16S rRNA sebagai Lactococcus garvieae dengan kategori indikasi baik sebesar 99%. Hasil berbeda didapatkan dari hasil uji API 50 CHL dimana isolat teridentifikasi sebagai Lactococcus lactis ssp lactis 1 dengan presentase kedekatan sebesar 98,6%. Hasil uji antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak kasar bakteriosin L. garvieae tidak menghasilkan zona hambat pada bakteri Escherichia coli, akan tetapi menghasilkan zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata 4,9 mm.
Kata kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), kerbau Aceh, 16S rRNA, bakteriosin.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK