//

PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ILHAMSYAH RAMADDAN - Personal Name
SubjectFUNGUS DISEASES
CHILI
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annum L.) berasal dari Amerika Tengah tepatnya daerah Guanahani yang sekarang merupakan wilayah San Salvador. Produksi cabai di Aceh mengalami fluktuatif disebabkan teknik budidaya yang kurang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman ialah dengan pemupukan, salah satunya penggunaan pupuk hayati. Pupuk hayati mikoriza dapat bertindak sebagai biofertilizer dan bioprotektor untuk pertumbuhan dan produksi berbagai jenis tanaman. Upaya meningkatkan produksi cabai merah selain dengan pemberian pupuk hayati mikoriza, penggunaan varietas yang tepat dapat menjadi salah satu keunggulan dalam sistem budidaya untuk peningkatan produksi. Penelitian ini mengguakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis mikoriza campuran (D) terdiri dari 3 taraf yaitu, kontrol, 5 g/tanaman dan 10 g/tanaman. Faktor kedua adalah varietas cabai (V) yang terdiri dari 2 taraf yaitu, PM-999 (Hibrida) dan Perintis (Lokal). Secara keseluruhan perlakuan terdapat 6 kombinasi dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Terdapat 2 seri percobaan yaitu seri A dan seri B, seri A untuk pengambilan data pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, sedangkan seri B untuk pengambilan data infeksi akar tanaman oleh mikoriza. Setiap bedeng terdapat 10 tanaman, jadi jumlah seluruhnya adalah 360 tanaman. Perlakuan dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati, mulai dari pertumbuhan hingga hasil tanaman cabai. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik adalah pada dosis mikoriza 10 g/tanaman. Perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45 HST, diameter batang umur 40 dan 45 HST, jumlah cabang produktif, berat buah, panjang buah, berat kering tanaman, dan potensi hasil. Selain itu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, diameter batang umur 30 HST, berat basah tanaman, berat basah akar dan berat kering akar, serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah dan persentase kolonisasi mikoriza. Secara keseluruhan varietas Perintis lebih baik dibandingkan varietas PM-999. Terdapat interaksi sangat nyata antara dosis mikoriza dengana varietas terhadap parameter jumlah cabang produktif, selain itu interaksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, berat buah, panjang buah, jumlah buah dan potensi hasil, kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan dosis mikoriza 10 g/tanaman dan varietas Perintis.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH DOSIS MIKORIZA GIGASPORA SP. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH ENTISOL (Desi Novianti, 2017)

PENGARUH JENIS MIKORIZA DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH ANDISOL BURNI TELONG KABUPATEN BENER MERIAH (AIDIL AULIA, 2020)

PENGARUH VARIETAS DAN JENIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH ANDISOL (Wahyu Budianto, 2017)

PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR (OSKAR TRIMANANDA, 2018)

EVALUASI BEBERAPA JENIS MIKORIZA UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH ANDISOL (AZMAN, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy