//

HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN FE4NGAN KONVERSI SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUDZA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Yaum Aamruna - Personal Name
SubjectTUBERCULOSIS
WEIGHT

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Konversi sputum pada fase awal pengobatan merupakan salah satu indikator awal keberhasilan terapi obat anti tuberkulosis (OAT). Nutrisi merupakan faktor penting yang juga mempengaruhi kesembuhan pasien tuberkulosis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan berat badan dengan konversi sputum setelah fase awal pada pasien TB di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (RSUDZA). Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross sectional. Subjek penelitian terdiri atas 92 pasien tuberkulosis di poliklinik DOTS RSUDZA Banda Aceh yang diperoleh dengan metode total sampling terhitung dari Januari sampai dengan Desember 2013. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Fisher dengan Confident interval 95%. Hasil uji statistik menunjukkan p = 0,107 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan berat badan dengan konversi sputum pada penderita tuberkulosis yang telah mendapatkan OAT fase awal. Diharapkan adanya penelitian yang lebih lanjut mengenai hubungan nutrisi dengan konversi sputum dengan jumlah sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih baik. Kata Kunci : Tuberkulosis, Konversi sputum, Berat badan ABSTRACT Sputum conversion at the initial phase of treatment is one of the early indicators of the success of anti-tuberculosis drug therapy (OAT). Nutrition is an important factor that also effects the recovery of tuberculosis patients The aim of this study was to determine the relationship of weight gain and sputum conversion after the initial phase of TB patients at the General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (RSUDZA). This research was cross sectional study. Subjects consisted of 92 outpatient DOTS tuberculosis in RSUDZA Banda Aceh obtained with total sampling method starting from January to December 2013. Results were analyzed using Fisher test with 95% confident interval. Statistical test results p= 0,107 (p > 0,05) that showed there is no association between increased weight to conversion of sputum in patients with tuberculosis who have earned OAT initial phase, It is expected that the presence of further reaserh on the relationship of nutrition with sputum convertion with a larger number of sampel and design better research. Keywords: Tuberculosis, Sputum conversion, Weight loss

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH ANEMIA TERHADAP KEGAGALAN KONVERSI SPUTUM PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU KASUS BARU YANG MENJALANI PENGOBATAN FASE INTENSIF DI INSTALASI PTT RSUDZA BANDA ACEH (Sarah Fadlaini, 2017)

PERBANDINGAN GAMBARAN KONVERSI SPUTUM BTA DAN FOTO TORAKS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN DIABETES DAN NON DIABETES DI POLI DOTS RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Rika Heldiana, 2017)

HUBUNGAN TINGKAT KEPOSITIFAN SPUTUM BTA SEBELUM PENGOBATAN DENGAN KONVERSI SPUTUM BTA SETELAH PENGOBATAN PADA PASIEN TB DI SELURUH PUSKESMAS BANDA ACEH TAHUN 2015 (RISE RAHMINIA ZAHARA, 2017)

ANALISIS PREDIKTOR KETERLAMBATAN KONVERSI SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR (Tiara Merdeka Putri, 2018)

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI BAGIAN/SMF PULMONOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (melianty iriany, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy