IDENTIFIKASI FREKUENSI NATURAL DAN DAMPING RATIO DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTREMOR GEDUNG EVAKUASI BENCANA DESA ULEE LHEUE DAN DESA LAMBUNG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

IDENTIFIKASI FREKUENSI NATURAL DAN DAMPING RATIO DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTREMOR GEDUNG EVAKUASI BENCANA DESA ULEE LHEUE DAN DESA LAMBUNG


Pengarang

RAHMAD GUMELAR H - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010123

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi terjadi di Samudra Hindia dengan kekuatan sekitar 9,1 Mw (moment magnitude) dan menimbulkan tsunami di sepanjang perbatasan Samudra Hindia dan tak terkecuali Banda Aceh. Pasca gempa tsunami, pemerintah melakukan rehab-rekonstruksi serta membangun gedung evakuasi bencana (escape building). Salah satunya adalah Escape Building di Desa Ulee Lheue dan Desa Lambung yang didesain mampu berdiri kokoh pada saat gempa maupun tsunami terjadi dan dapat dijadikan tempat evakuasi warga ketika bencana tsunami. Penelitian ini dilakukan pada kedua gedung tersebut. Perbedaan kedua gedung evakuasi adalah pada layout dan jumlah dinding partisi, karena Escape Building Desa Ulee Lheue juga merupakan kantor Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). Parameter dalam desain ketahanan bangunan terhadap beban dinamik adalah frekuensi natural, damping ratio, indeks kerentanan bangunan dan efek lokal suatu daerah. Parameter tersebut merupakan karakteristik dinamik bangunan yang dapat diperoleh dari analisis rekaman data mikrotremor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai karakteristik dinamik suatu bangunan dan mengetahui kelayakan bangunan evakuasi bencana berdasarkan batas periode getar alami bangunan menurut SNI 03-1726-2012. Pengukuran mikrotemor dilakukan sebanyak 4 titik pada setiap lantai bangunan dan 1 titik pada permukaan tanah. Pengolahan rekaman data mikrotremor tanah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR), dan data rekaman mikrotremor bangunan diolah dengan metode Floor Spectral Ratio (FSR) dan Random Decrement Method (RDM). Hasil diperoleh yaitu escape building Desa Lambung memiliki frekuensi natural tanah (f0) sebesar 4,146 Hz, frekuensi natural bangunan (f0) sebesar 1,593 – 2,663 Hz, damping ratio bangunan sebesar 2,229 – 3,606 % dan memiliki tingkat resonansi yang rendah. Sedangkan pada escape building Desa Ulee Lheue frekuensi natural tanah (f0) sebesar 4,957 Hz, frekuensi natural bangunan (f0) sebesar 1,796 – 4,123 Hz, damping ratio bangunan sebesar 2,196 – 3,686 % dan memiliki tingkat resonansi rendah hingga sedang. Kedua gedung ini memiliki periode getar yang sesuai dengan ketentuan SNI–03–1726–2012. Penelitian ini dapat dijadikan hasil awal dalam perencanaan dan desain struktur escape building lainnya di wilayah Aceh.

Kata kunci : escape building, frekuensi natural, damping ratio, mikrotremor,
HVSR, FSR, RDM

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK