PERILAKU BISNIS PETANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERILAKU BISNIS PETANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Nanda Kariza Mawardinur - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200240005

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Negara Indonesia merupakan negara pertanian, tetapi tetap saja ada banyak masalah pertanian yang membuat negara Indonesia masih tertinggal dan belum berkembang seperti negara-negara lain. Menurunnya pertumbuhan pertanian di Indonesia memberikan dampak yang cukup serius karena mempengaruhi pertumbuhan ekonomi mengingat merupakan sektor perdagangan Indonesia masih bergantung pada sektor pertanian. Impor akan menguras devisa negara cukup besar yaitu sebesar 53 milyar/tahun, dalam negeri untuk membantu agar kurangnya pasokan dari luar. Orientasi bisnis yang baik adalah yang dilakukan berdasarkan prisip bisnis yang baik, adanya efisiensi penggunaan input produksi dan sarana produksi serta manajemen usaha tani yang baik serta sasaran konsumen yang jelas.
Permasalahan penelitian ini diangkat karena masih banyak petani yang hanya mengandalkan ilmu-ilmu lama sehingga tidak berkembang, sehingga disini akan terlihat bagaimana perilaku bisnis petani dalam menjalankan usahanya serta apa penyebab para petani hendak menjalankan perilaku bisnis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perilaku bisnis petani di daerah penelitian, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku bisnis.
Dalam penelitian ini diduga petani di daerah Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar memiliki perilaku bisnis yang baik, serta diduga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bisnis seperti factor usia, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, motivasi, pendapatan, peran ketua kelompok, akses sumber informasi bisnis, modal usaha.
Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja ( purposive). Objek penelitian ini adalah perilaku bisnis petani yang menetap di Kecamatan Peukan Kabupaten Aceh Besar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survey merupakan penelitian yang menggambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.
Perilaku Bisnis yaitu semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang bias diamati langsung maupun tidak langsung dalam mengelola sebuah bisnis. Perilaku bisnis ini sangat penting dalam meningkatkan dan mempertahankan usahatani. Selain dapat memperbaiki sistim yang salah, akan berpengaruh juga kepada pendapatan petani, dan ini sangat mempengaruhi kelangsungan bisnis petani daerah penelitian.
Hasil peneitian didapatkan bahwa petani cabai rawit di daerah penelitian yang berperilaku bisnis petani dengan skor yang tinggi jumlahnya yaitu sebesar 35 orang (58,33%). Dan yang memiliki perilaku bisnis yang sedang adalah 16 orang (26,67%), dan rendah adalah 9 orang (15%) .Ini mengartikan bahwa petani daerah penelitian memiliki perilaku bisnis yang baik dalam usahatani cabai rawit, karena petani cabai rawit daerah penelitian sudah berusaha untuk memperbaiki sistim usahatani yang lebih baik, sehingga semakin terlihat kemajuannya dalam usahatani dan bisnis cabai rawit, baik dalam segi persiapan lahan, penyiapan bibit, penanaman, perawatan hingga panen, sampai pemasarannya sudah dinilai cukup baik.
Dari hasil regresi dengan menggunakan program SPSS, maka didapatkan koefisien regresPada hasil analisis regresi linier berganda diperoleh bahwa yang memiliki pengaruh terhadap perilaku bisnis petani cabai rawit adalah variabel pendapatan (X5), peran ketua kelompok (X6), akses sumber informasi (X7) dan modal usaha (X8) dengan persamaan sebagai berikut : Y = -0,79 + 0,345 X5 +0,274 X6 + 0,201 X7 + 0,245 X8. Dapat dijelaskan jika pendapatan petani meningkat maka perilaku bisnis meningkat 0,345. Jika peran ketua kelompok tani besar maka perilaku bisnis meningkat 0,274. Jika akses sumber informasi banyak maka perilaku bisnis akan meningkat 0,201. Jika Modal usaha yang tersedia tinggi makan perilaku bisnis akan meningkat 0,245.
Variabelpendapatanmemilikinilai koefisien regresi sebesar 0,345 dengan nilai signifikansi 0,000. Variabel peran ketua kelompok memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,274 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Variabel akses sumber informasi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,201 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dan variabel modal usaha memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,245 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi ganda (R2) yang dihasilkan adalah 0,899 dannilai R2adj adalah 0,892 atau 89,2 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK