//

PEMANFAATAN TEKNIK NANOEMULSI EاKSTRAK DAUN KETUMPANG (TRIDAX PROCUMBENS L.) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI DALAM PENGENDALIAN ULAT KROP (CROCIDOLOMIA PAVONANA F.) PADA TANAMAN SAWI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NOOR AISAH RISKI WULANDARI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Wulandari, N. A. R. (2018). Pemanfaatan Teknik Nanoemulsi Ekstrak Daun Ketumpang (Tridax procumbens L.) sebagai Insektisida Alami dalam Pengendalian Ulat Krop (Crocidolomia pavonana F.) pada Tanaman Sawi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dr. Safrida, S.Pd., M.Si. (2) Drs. Supriatno, M.Si., Ph.D. Kata kunci: Nanoemulsi, Ulat Krop, Daun Ketumpang, dan Tanaman Sawi. Sawi (Brassica juncea L.) merupakan tanaman budidaya yang mudah terserang hama ulat krop (Crocidolomia pavonana F.). Pengendalian hama ulat krop yang umum digunakan oleh petani adalah insektisida kimia sehingga perlu dikembangkannya bahan alami sebagai insektisida. Ketumpang (Tridax procumbens L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan insektisida alami karena mengandung senyawa bioaktif. Kelemahan senyawa bioaktif rendah larut dalam air, karena ukuran partikel yang besar menurunkan bioavailabilitas senyawa sehingga diperlukan pemanfaatan teknik nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanoemulsi ekstrak daun ketumpang terhadap mortalitas ulat krop pada tanaman sawi serta konsentrasi optimal (LC50) dan perilaku yang ditunjukkan ulat krop. Jenis penelitian ini eksperimental, dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tujuh variasi perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah konsentrasi nanoemulsi ekstrak daun ketumpang 0 ml (K-), 5 ml (P1), 10 ml (P2), 15 ml (P3), 20 ml (P4), 25 ml (P5), dan konsentrasi 0,04 ml insektisida kimia deltamethrin (K+). Uji toksisitas terhadap ulat krop dilakukan pada skala laboratorium dan skala lapangan. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilakukan uji lanjut berupa uji jarak nyata duncan (JNTD) serta dilakukan analisis regresi probit. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel = 97,94 > 2,57 pada skala laboratorium dan Fhitung > Ftabel = 135,83 > 2,57 pada skala lapangan menggunakan α = 0,05. Pemberian nanoemulsi ekstrak daun ketumpang berpengaruh nyata terhadap mortalitas ulat krop dan menunjukkan perubahan perilaku makan, istirahat dan bergerak. Konsentrasi ekstrak yang menyebabkan 50% (LC50) kematian ulat krop adalah 20 ml pada kedua skala.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA SAN PABLO (ANNANA RETICULATA) TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT KROP CROCIDOLOMIA BINOTALIS PADA TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DI GAMPONG BAROH, KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Anna Fahneja, 2017)

PENGARUH EKSTRAK DAUN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS L.) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT CROP KUBIS (CROCIDOLOMIA BINOTALIS ZELL.) (WIRDA YULIANI, 2020)

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN BIJI JARAK KEPYAR TERHADAP MORTALITAS SERTA PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) (Saudahrul Jannah, 2013)

EFIKASI BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA FABRICIUS DI LABORATORIUM (Mutia Aidia Nabilla, 2021)

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA DAN KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) (DWIMA NADHILA, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy