HUBUNGAN KADAR FERITIN DENGAN PERKEMBANGANRNSEKS SEKUNDER PADA PENDERITA TALASEMIA DIRNSENTRAL TALASEMIA RUMAH SAKIT UMUMRNDAERAH DR. ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KADAR FERITIN DENGAN PERKEMBANGANRNSEKS SEKUNDER PADA PENDERITA TALASEMIA DIRNSENTRAL TALASEMIA RUMAH SAKIT UMUMRNDAERAH DR. ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH


Pengarang

Putri Balqis - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101050008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.152

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Talasemia merupakan suatu kelainan darah bawaan sintesis dan penyakit
monogenetik terbanyak di dunia termasuk Indonesia. Efek dari penyakit dan
pengobatan talasemia dapat mengakibatkan penumpukan feritin dalam serum
yang berdampak pada organ endokrin sehingga mempengaruhi perkembangan
seks sekunder penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara jumlah kadar feritin serum dengan perkembangan seks sekunder
pada penderita talasemia. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan
rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
teknik quota sampling dari bulan Oktober 2013 sampai dengan November 2013 di
Sentral Talasemia RSUDZA Banda Aceh. Pemeriksaan perkembengan seksual
sekunder dilakukan berdasarkan penilaian stadium Tanner. Analisis data
penelitian menggunakan uji statistik chi-square. Selama penelitian berlangsung,
didapatkan sampel sebanyak 40 orang, yang terdiri dari 25 laki – laki (62,5%) dan
15 perempuan (37,5%). Usia subyek berkisar 8 – 18 tahun. Sebagian besar subyek
(72,5%) memiliki kadar feritin serum di atas 1.200 ng/ml. Sebanyak 19 orang
(47,5%) mengalami keterlambatan perkembangan seks sekunder. Disimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kadar feritin serum dengan
perkembangan seks sekunder (p-value = 0,022).
Kata Kunci: Talasemia, Kadar Feritin Serum, Perkembangan Seks Sekunder,
stadium Tanner

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK