PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA PEDAGANG DI KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA PEDAGANG DI KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

M NIZA ARIQ IRVANDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101010122

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA
PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA PEDAGANG
DI KABUPATEN BIREUEN


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeteksi kandungan formalin dan cemaran
mikroba pada bakso yang dijual di beberapa pedagang di Kabupaten Bireuen.
Sampel yang digunakan yaitu bakso daging yang berasal dari 25 pedagang bakso
yang dijual di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Pada tiap pedagang diambil
secara acak sejumlah 3 butir bakso sebagai sampel. Pemeriksaan formalin dilakukan
dengan menggunakan reagen Fenilhidrazin 0,5%, Sodium Nitroprusit 5%, dan
NaOH 10%. Hasil positif yang diamati pada pemeriksaan formalin ditandai dengan
perubahan warna larutan menjadi warna kehijauan. Pemeriksaan cemaran mikroba
dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh dianalisis
secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil pemeriksaan formalin
menunjukkan bahwa terdapat 5 pedagang (20%) yang baksonya terindikasi positif
mengandung formalin. Selanjutnya hasil pemeriksaan cemaran mikroba
menunjukkan bahwa sebanyak 24 pedagang yang sampel baksonya mengandung
mikroba melebihi SNI. Pada 1 pedagang lainnya kandungan mikroba pada bakso di
bawah ambang batas SNI. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
terdapat 4 pedagang (16%) yang baksonya tercemar formalin sekaligus
mengandung mikroba melebihi SNI. Hanya 1 pedagang (4%) yang mengandung
formalin dan cemaran mikroba di bawah ambang batas SNI. Sisanya 20 pedagang
(80%) yang baksonya ditemukan cemaran mikroba di atas SNI, dan tidak
menggunakan formalin.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK