//

KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU SIMEULUE BETINA DI KECAMATAN ALAFAN KABUPATEN SIMEULUE

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Khairul Mizan - Personal Name
SubjectANIMAL HUSBANDRY - PRODUCTION ECONOMICS
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

Abstract.Sehubungan dengan kebutuhan protein hewani yang terus meningkat serta adanya program pemerintah dalam memenuhi swasembada daging maka pemanfaatan kerbau lokal merupakan salah satu upaya untuk memenuhinya.Kabupaten Simeulue adalah salah satu Kabupaten dalam wilayah Provinsi Aceh, Indonesia yang mempunyai potensi sangat baik disektor peternakan yaitu kerbau Simeulue.Kerbau Simeulue setiap tahun mengalami peningkatan populasi sehingga memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ternak kerbau.Akan tetapi data penting sebagai acuan pengembangan kerbau masih sangat kurang, contohnya data reproduksi ternak kerbau.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan reproduksi kerbau betina Simeulue di Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 November 2017 sampai 20 Desember 2017. Lokasi penelitian dilakukan pada 4 desa yaitu: Lafakha, Lubuk Baik, Lewak, Langi dan sebagai responden sebanyak 40 orang peternak. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan ketentuan minimal peternak memelihara 2 ekor kerbau betina yang telah beranak dua kali. Setiap desa akan diambil 10 orang sampel peternak sebagai responden. Penelitian ini menggunakan metode survei agar memperoleh data primer dan data sukunder. data primer dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan peternak dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Parameter utama dalam penelitian ini meliputi: (1) berahi pertama;(2) beranak pertama; (3) lama kebuntingan; (4) jarak antara melahirkan sampai bunting kembali;(5)angka kelahiran; dan (6) gangguan reproduksi. Untuk parameter pendukung meliputi profil umum yang menyangkut identitas responden, deskripsi pemeliharaan ternak kerbau yang meliputi; (a) pemeliharaan; (b) pengetahuan terhadap berahi ; (c) sistem perkawinan; dan data dari dinas meliputi; (a) populasi ternak kerbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerbau betina Simeulue yang dipelihara di Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue memiliki karakteristik reproduksi yang cukup baik. Kerbau di Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue berahi pertama pada umur 29 bulan, beranak pertama 3.8 tahun, lama masa kebuntingan 314 hari, jarak antara melahirkan sampai bunting kembali 7.5 bulan, selang kelahiran 17.3 bulan. Kata kunci: Karakteristik Reproduksi Kerbau Betina Abstract. As animal proteins need increases and is included into government’s programs in fulfilling self-sufficient meat production, utilization of local buffalo water is an effort to objectify. Simeulue District is one of Districts in Aceh Province which has very good potency in livestock sector with the local water buffalo as one of its stock husbandry produces. Population of Simeulue’s water buffalo increases annually so that the development of water buffalo cattle has great potency. However, water buffalo livestock has lacks of data to develop the potency, such as the data of water buffalo reproduction and other additional data. The purpose of study is to determineSimeulue female water buffalo’s reproduction ability situated in Alafan sub-district, Simeulue. This study was conducted from 20 November 2017 till 20 December 2017.The researcher conducted study in four villages in Alafan, namely Lafakha, LubukBaik, Lewak, and Langi. The method of collecting data applied is purposive sampling with 40 stock farmers, who have at least 2 female water buffalos, included as respondents from the four villages (10 farmers from each village). In addition, the study used survey method to get primary and secondary data. The main data was gained from interviewing stock farmers. Meanwhile, the secondary data was collected from official livestock authority. The main parameter in the study include (1) first lust; (2) first birth; (3) period of pregnancy; (4) period between confinement and pregnancy; (5) number of birth; and (6) reproduction disorder. Supporting parameters consist of general profile related to respondent identities, water buffalo cattle description such as; (a) breeding; (b) knowledge of lust; (c) copulation system; and data from official livestock authority about (a) population of water buffalo. The result shows that Simeulue female water buffalos breed have good characteristics in reproduction. Water buffalos in Alafan have the first lust in 29-months ages; give birth in 3.8 years; 314 days of pregnancy period; reproduction range from giving birth is 7.5 months; and 17.3 months of interval birth. Keywords: Characteristics of Female Buffalo Reproduction

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU SIMEULUE BETINA DI KECAMATAN ALAFAN KABUPATEN SIMEULUE (Khairul Mizan, 2018)

PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU LUMPUR (BUBALUS BUBALIS) BETINA DI KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE. (Riki Samsuandi, 2016)

KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU SIMEULUE BETINA DI KECAMATAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE (RINA MACHARANI P., 2018)

KARAKTERISTIK KERBAU SIMEULUE PADA HABITAT YANG BERBEDA (GUNUNG DAN PANTAI) DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (SARFIN ABIDIN, 2018)

KARAKTERISTIK UKURAN TUBUH DAN ANALISIS POLIMORFISME GEN GH DAN GHRH PADA POPULASI KERBAU DI KABUPATEN SIMEULUE (Rahmi, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy