//

EFEKTIVITAS MANAJEMEN KELEMBAGAAN PANGLIMA LAOT KABUPATEN SIMEULUE DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Frisca Bella Nazwar - Personal Name
SubjectFISHERIES - ECONOMICS
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Lembaga Hukum Adat yang mengatur pengelolaan perikanan dan laut Aceh adalah lembaga Hukum Adat Laot yang dipimpin oleh Panglima Laot. Pengelolaan perikanan secara terpadu dengan menggunakan pendekatan berbasis EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) adalah agar dapat menjamin pemanfaatan perikanan jangka panjang sekaligus melindungi stok ikan di alam terwujud. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rincian indikator EAFM domain Kelembagaan di Kabupaten Simeulue dan bagaimana tingkat efektivitas nya terhadap pengelolaan perikanan berbasis EAFM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2018 pada Panglima Laot Lhok Simeulue Timur, Panglima Laot Lhok Teupah Barat, dan Panglima Laot Lhok Teupah Selatan. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan memperoleh data primer (wawancara dan penyebaran kuesioner) dan data sekunder (data yang diperoleh dari instansi). Metode analisis yang digunakan adalah dengan analisis komposit dengan rataan aritmatika sederhana dan visualisasi model bendera (flag modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan EAFM pada lembaga Panglima Laot dimasing-masing lokasi memiliki nilai yang berbeda-beda yaitu pada Panglima Laot Lhok Simeulue Timur memperoleh nilai agregat 89 dan tergolong dalam kondisi baik sekali, Panglima Laot Lhok Teupah Barat memperoleh nilai agregat 67 dan tergolong dalam kondisi baik, dan Panglima Laot Lhok Teupah Selatan memperoleh nilai agregat 60 dan tergolong dalam kondisi sedang. Kata Kunci: EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries management), Panglima Laot, Simeulue ABSTRACT In Aceh, the highest customary organization who take lot of responsibilities in cultural and traditional fisheries policy is ’Lembaga Hukum Adat Laot’. Panglima laot is legal organization who have some duty to control local and region policy about fishing boundaries and territorial, fishing law, diplomacy and some conflict resolution indeed. Each ‘Panglima Laot’Organization lead by one man that mention as ‘Panglima Laot’ and he would be the stakeholder of fisheries group in the community. He will be the leader who controls the policy and make the law collectively work for fisheries around the place. Integrated fisheries management system that based on EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) is a worth and newest system that emphasized long lasting and sustainable fisheries development system. It is also could reserved and covering the fishes diversity and keep the nature ecosystem works well. In another case, this research purpose is to know the percentage of EAFM domain in ‘Panglima Laot Simeulue’ organization as its indicator to control and knowing how the system affects EAFM in the organization effectively. This research started from January until april 2018 that is conducted by three branches of Panglima Laot organization ; ‘Panglima LaotSimeulue Timur’, ‘Panglima Laot Teupah Barat’, and ‘Panglima Laot Teupah Selatan’. The research method that inquired in this research used data collecting ways. I collected primer data (interview and quitioner) and secondary data (the data that collected from institution and another legal organization such as : government). Analysing data system used the system of data composed with simple arithmetic and flag modelling. The research showed that the management of EAFM form each PanglimaLaot Organization have different result. At Panglima Lao tSimeuleu Timur organization get approximately 89 aggregate score and classified as the finest condition. In order, Panglima Laot Teupah Barat get 67 aggregate score and its still showed under control result-well managed. And the last Panglima Laot organization, Panglima Laot Teupah Selatan get 60 aggregate score in this case. And its average (middle) result for this entire research. Keywords: EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management), Panglima Laot, Simeulue

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN PERAN KELEMBAGAAN PANGLIMA LAOT TERHADAP PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) (SALMARIKA, 2017)

STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN CAKALANG TERKAIT DENGAN IMPLEMENTASI EAFM PADA DOMAIN SUMBERDAYA IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA, KOTA BANDA ACEH (Ratna Sari, 2019)

STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN TERKAIT DENGAN IMPLEMENTASI EAFM (ECOSYSTEM APPROACH FISHERIES MANAGEMENT) PADA DOMAIN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) LAMPULO BANDA ACEH (APRILINA SARAGIH, 2018)

STATUS PENGELOLAAN IKAN TONGKOL LISONG (AUXIS ROCHEI) TERKAIT DENGAN IMPLEMENTASI EAFM (ECOSYTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) BERDASARKAN DOMAIN SUMBERDAYA IKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG, KOTA LHOKSEMAWE (Novi Eri Yanti, 2021)

KAJIAN ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PENGELOLAAN EKOSISTEM SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) KECAMATAN SIMEULUE TIMUR, KABUPATEN SIMEULUE (CELLI DIRGANTINI, 2021)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy