UQUBAT DENDA EMAS MURNI DALAM QANUN JINAYAT DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

UQUBAT DENDA EMAS MURNI DALAM QANUN JINAYAT DI ACEH


Pengarang

Firdaus Armanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200030012

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

UQUBAT DENDA EMAS MURNI DALAM QANUN JINAYAT DI ACEH
Firdaus Armanda
Syahrizal Abbas
Suhaimi
ABSTRAK
Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat diberlakukan sesuai dengan pemenuhan kebutuhan hukum bagi masyarakat Aceh. Qanun Hukum Jinayat pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari tiga qanun di bidang jinayat yang pernah berlaku sebelumnya yaitu Khamar, Maisir dan Khalwat. Salah satu hal yang menarik dalam qanun ini adalah mengenai hukumannya (uqubatnya), di mana dalam hukumannya, qanun Aceh selalu menetapkan hukuman denda berupa emas murni. Sehingga hal yang paling menarik dibahas adalah (1) Mengapa qanun jinayat menggunakan emas murni sebagai standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah? Dan (2) Apakah menjadi dasar filosofis, yuridis dan sosiologis bagi penentuan standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah?
Pelitian ini bertujuan mengetahui mengapa qanun jinayat menggunakan emas murni sebagai standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah, serta apakah menjadi dasar filosofis, yuridis dan sosiologis bagi penentuan standar uqubat denda terhadap pelaku jarimah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian hukum normatif doktrinal, yaitu sebuah penelitian yang mengkaji asas-asas dan norma-norma hukum, yang fokusnya adalah analisis data sekunder. Bahan hukum primer dalam penelitian ini adalah Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sedangkan bahan hukum sekunder adalah buku-buku pendukung lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara menghimpun dan menelaah data-data sumber kepustakaan berupa data-data sekunder yang relevan dengan pembahasan tesis ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama uqubat emas murni yang terdapat dalam qanun Aceh tidak terlepas dari sejarah masyarakat Aceh yang kental dengan nilai keislaman, sehingga uqubat emas murni yang dikenal dalam Islam diambil juga dalam qanun Aceh. Kedua, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi penetapan uqubat emas murni yang terdapat dalam qanun Aceh, yaitu faktor filsofis, yuridis dan sosiologis. Di mana secara filosofis penetapan uqubat emas murni merupakan hasil ijtihad dari hukuman yang terdapat dalam hukum Islam sendiri. Sedangkan secara yuridis merupakan hasil perubahan dari hukuman dalam qanun sebelumnya. Selanjutnya secara sosiologis uqubat emas murni tersebut sesuai dengan tradisi masyarakat Aceh yang selalu memakai emas dalam kehidupannya.
Disarankan supaya pemerintah Aceh tetap mempertahankan jenis hukuman ini, sebab dengan jenis hukuman tersebut, masyarakat merasa takut dan enggan untuk melakukan tindak jinayat. Begitu juga halnya untuk pemerintah pusat, supaya dapat mengambil dan mempelajari jenis hukuman denda yang terdapat dalam qanun Aceh ini, sebagai masukan untuk hukum pidana nasional.
Kata Kunci: Uqubat, Qanun, Emas Murni.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK