PENERAPAN ASAS IN DUBIO PRO NATURA DAN IN DUBIO PRO REO OLEH HAKIM PADA PUTUSAN PENYELESAIAN PERKARA LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENERAPAN ASAS IN DUBIO PRO NATURA DAN IN DUBIO PRO REO OLEH HAKIM PADA PUTUSAN PENYELESAIAN PERKARA LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA


Pengarang

WAHYU RISALDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200030026

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

344.046

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Masalah kerusakan lingkungan hidup merupakan krisis lingkungan yang mengancam masa depan
umat manusia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan
pemerintah, pengusaha, dan seluruh unsur masyarakat wajib melakukan perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(selanjutnya disebut UUPPLH) merupakan langkah kebijakan peraturan terkini untuk penegakan hukum
lingkungan hidup. Dalam sistem penegakan hukum lingkungan dikenal suatu asas yang diterapkan oleh
hakim yang pada umumnya menangani kasus perdata lingkungan, yakni asas in dubio pro natura, yang
merupakan turunan dari konsep Precautionary Principle. Disamping itu pada sistem peradilan pidana
juga dikenal suatu asas yang hampir serupa namun berbeda, yakni asas in dubio pro reo. Oleh sebab itu,
pertimbangan hakim dalam menerapkan konsep-konsep tersebut dalam putusan perkaranya sebagai
bentuk penegakan hukum pidana lingkungan hidup menjadi sorotan yang menarik untuk diteliti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kesesuaian tujuan penerapan asas in
dubio pro natura dan in dubio pro reo oleh hakim dalam putusan perkara lingkungan hidup dengan
Undang Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kemudian
untuk mengetahui kemungkinan penerapan asas in dubio pro natura perkara pidana lingkungan hidup,
dan untuk mengetahui keefektifan penerapan asas in dubio pro natura dan asas in dubio pro reo pada
perkara lingkungan hidup di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif karena
menitikberatkan pada penelitian kepustakaan yang meneliti asas-asas hukum, sistematis hukum dan
sinkronisasi hukum dengan cara menganalisanya. Selanjutnya, untuk membahas permasalahan dalam
penelitian ini digunakan bahan-bahan hukum yang berlaku saat ini (baik hukum yang tertulis maupun
hukum yang tidak tertulis atau baik bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder). Metode
analisis menggunakan analisis data secara content analysis method yang menguraikan materi peristiwa
hukum atau produk hukum secara rinci guna memudahkan interpretasi dalam pembahasan . Selanjutnya
data yang terkumpul disusun secara akurat dan sistematis untuk selanjutnya dianalisa dengan maksud
memberikan gambaran-gambaran (deskripsi) dengan kata-kata atas temuan-temuan selanjutnya dianalisis
dengan uraian kalimat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada awal-awal munculnya kesadaran penegakan hukum
lingkungan diIndonesia asas in dubio pro natura diterapkan dalam beberapa perkara pidana lingkungan
hidup dan hingga saat ini masih banyak para penasehat hukum yang mengajukan penerapaan asas ini
kepada hakim dalam pembelaan klien nya. Hasil dari konferensi Rio yang menciptakan prinsip kehati-hatian dan kemudian memunculkan doktrin in dubio pro natura, dimana UUPPLH 2009 ini juga sudah
berisikan delik-delik pidana menyatakan dengan tegas bagaimana tindak pidana lingkungan hidup terjadi,
dan oleh sebab itu hakim juga harus mempertimbangkan penerapan asas in dubio pro reo pada tindak
pidana khusus ini. Berdasarkan dari beberapa kasus perkara lingkungan hidup yang diterapkan asas in
dubio pro natura, dijelaskan oleh majelis hakim bahwa dalam perkara hukum lingkungan tidak diterapkan
asas in dubio pro reo, melainkan asas in dubio pro natura. Jadi, jika berpedoman pada putusan Majelis
Hakim tingkat banding tersebut, maka asas in dubio pro natura bisa diterapkan dalam perkara pidana
lingkungan hidup. Demi mencapai tujuan dari UUPPLH 2009, penerapan doktrin/asas in dubio pro
natura efektif dalam hal penegakan hukum lingkungan oleh hakim. Namun berbeda halnya dengan asas
in dubio pro reo, karena kedua asas ini merupakan asas yang saling bertentangan, dan tidak bisa
diterapkan secara bersamaan. Jadi, ketika hakim dihadapkan dengan kekurangan bukti dan hasil
laboratorium yang meragukan, sedangkan nyata terjadinya kerusakan lingkungan, maka pemulihan dan
perlindungan lingkungan seterusnya bisa terabaikan, karena terdakwa bisa kemudian melanjutkan
tindakan perusakannya.
Disarankan kepada para penegak hukum khususnya hakim yang menangani perkara lingkungan
hidup di Indonesia, sangat diharapkan memiliki kompetensi yang memadai dalam hal hukum lingkungan.
Dikarenakan akibat yang ditimbulkan tidak hanya pada satu person akan tetapi terhadap hak banyak
orang, dan efek yang dirasakan bisa makin berlanjut sampai masa kedepannya, tidak hanya pada saat itu.
Maka dari itu, pertimbangan hakim dalam penerapan suatu asas sangat menentukan dari suatu putusan.
Perlu adanya penelitian lebih lanjut dalam penerapan asas-asas yang berkaitan dengan lingkungan hidup,
seperti asas pencemar membayar (polluter pays), kemudian bagaimana menyelesaikan masalah
lingkungan hidup yang tidak seharusnya bisa diselesaikan diluar pengadilan untuk mendapatkan win-win
solution, dan pergitungan ganti rugi yang lebih berprinsip pada keadilan. Kemudian peranan semua pihak
sangat dibutuhkan demi menjaga kelangsungan kelestarian lingkungan hidup untuk kehidupan sekarang
dan generasi yang akan datang.
Kata Kunci : Asas in dubio pro natura, in dubio pro reo, penyelesaiaan perkara, lingkungan hidup

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK