//

ANALISIS ERGONOMI PADA PENGOPERASIAN MESIN PEMOTONG RUMPUT TIPE GENDONG

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang andi - Personal Name
SubjectPOWER MACHINERY
ERGONOMICS
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

Andi (0705106010012). Analisis Ergonomi Pada Pengoperasian Mesin Pemotong rumput Tipe Gendong, Andriani Lubis, S.TP, M.Si sebagai Pembimbing pertama dan Syafriandi, S.TP, M.Si sebagai Pembimbing Anggota. RINGKASAN Mesin pemotong rumput tipe gendong pada penelitian ini merupakan mesin pemotong mekanis dan sangat berkaitan erat dengan tenaga manusia, karena manusia sangat memegang peranan penting untuk mengoperasikan mesin ini. Melihat peran dan keterikatan mesin pemotong rumput tipe gendong maka perlu diketahui hubungan antara keduannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ergonomika yang meliputi analisis antropometri posisi optimum pada operator dan pengukuran beban kerja fisik pada operator berdasarkan IRHR(Increase Ratio Hear Rate). Metode penelitian ini terdiri dari tiga operator satu mahasiswa dan dua orang umum.selanjutnya ketiga operator ini dilakukan analisis posisi kerja optimum dan pengukuran bebean kerja fisik pada operator. Berdasarkan hasil analisis posisi kerja optimum operator diperoleh posisi optimum dari mata pemotong sampai tumit didapatkan pada operator A dengan nilai 183,4 cm, Operator B dengan nilai posisi optimum 176,7 cm,dan posisi optimum operator C 178,54 cm. Pengukuran beban kerja fisik pada tiga orang operator dimana pengambilan data dilakukan pada saat operator dalam keadaan istirahat, pada saat melakukan step test dan pada saat melakukan pemotongan rumput. Berdasarkan nilai IRHR pada operator A pekerjaan pemotongan pertama termasuk dalam kategori pekerjaan yang sedang, Hal ini disebabkan karena operator yang sudah terbiasa.Pada pemotongan yang kedua termasuk dalam kategori pekerjaan sedang, dan pemotongan selanjutnya termasuk dalam kategori pekerjaan yang berat,berdasarkan IRHR kategori beban kerja pada saat pemotongan, Opertor A memiliki IRHR pada kisaran 1,43 -1,53 dengan tiga kali pemotongan . berdasarkan Rata- Rata IRHR Operator A diperoleh nilai 1,47 termasuk pekerjaan yang sedang. Opertor B pekerjaan pemotongan pertama termasuk dalam kategori pekerjaan yang berat, pemotongan kedua termasuk dalam kategori pekerjaan yang berat, dan untuk pemotongan selanjutnya termasuk dalam kategori berat juga. Operator C pekrjaan pertama termasuk dalam kategori pekerjaan yang ringan, pemotongan kedua juga termasuk dalam kategori pekerjaan ringan, dan untuk pemotongan selanjutnya termasuk dalam kategori pekerjaan ringan. Ini disebabkan karena Operator C yang sudah terbiasa melakukan pemotongan.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS GETARAN PADA MESIN POTONG RUMPUT JENIS GENDONG (BACKPACK) (Kurnia Rahmat H, 2019)

DESAIN DAN SIMULASI PEREDAM GETARAN PADA DUA HANDLE MESIN POTONG RUMPUT JENIS BACKPACK TYPE FR3000 (Zainuddin, 2016)

PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN PADA MESIN CNC MV 76A (Muhammad Iqbal, 2016)

ANALISA PENGARUH MESIN POTONG RUMPUT PADA BADAN MANUSIA DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI DESAIN (Sanneri Yulistia, 2015)

PENGENDALIAN ROBOT MOBIL OTONOM PEMOTONG RUMPUT MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY (Muhammad Firdaus, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy