ANALISIS EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE


Pengarang

NADIA REZKYNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010077

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sungai Krueng Baro memiliki panjang ± 61, 7 km dan luas DAS 571,84 km2, dengan hulu sungai berada di Gampong Beungga Kecamatan Tangse dan bermuara di Selat Malaka. Banjir bandang sering tejadi pada hulu DAS Krueng Baro, pada tahun 1976 banjir bandang melanda Kecamatan Tangse, kemudian banjir bandang kembali terjadi pada tanggal 10 Maret 2011 yang melanda 10 gampong, dan pada tanggal 25 Februari 2016 banjir bandang kembali terjadi. Banjir bandang yang sering terjadi pada hulu DAS Krueng baro menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya erois lahan. Butiran tanah akibat erosi yang terbawa oleh aliran air permukaan akan mengendap pada suatu tempat yang kecepatan airnya melambat, sehingga membuat sungai menjadi dangkal karena sedimentasi yang tinggi. Pendangkalan yang terjadi di sungai maupun bangunan-bangunan air yang berada di hilir akibat dari endapan erosi, berakibat pada terjadinya banjir dan berkurangnya kapasitas tampungan air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya sedimentasi, erosi lahan, tingkat bahaya erosi, dan Sediment Delivery Ratio (SDR), yang terjadi pada DAS Krueng Baro. Perhitungan nilai erosi lahan menggunakan metode USLE, sedimentasi lahan dengan metode MUSLE dan perangkat lunak berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mendapatkan nilai sedimentasi, nilai erosi,peta sebaran erosi dan SDR. Nilai sebaran erosi lahan didapat dengan menggunakan metode USLE yang terjadi sebesar 3.31 ton/ha/tahun sampai dengan 815.23 ton/ha/tahun, dan nilai sebaran sedimentasi lahan periode ulang (Y(T)) yang didapat dengan menggunakan metode MUSLE pada DAS Krueng Baro adalah 2.89 ton/tahun sampai dengan 4484.60 ton/tahun. Tingkat bahaya erosi yang terjadi pada DAS Krueng Baro berdasarkan klasifikasi TBE yaitu, sangat ringan sebesar 31.4% atau seluas 17956.1Ha, ringan sebesar 22.2% atau seluas 812693.7 Ha, sedang 21.1% atau seluas 12058.9 Ha, berat 20.4% atau seluas 11683.5 Ha, dan sangat berat sebsar 4.9% atau seluas 2792.6 Ha.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK