//

PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK MGH2 DENGAN KATALIS SIO2 DARI ABU SEKAM PADI DAN NI UNTUK APLIKASI PENYIMPANAN HIDROGEN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MARLINDA - Personal Name
SubjectCATALYSIS
HYDROGEN
Bahasa Indonesia
Fakultas Prrogram Studi Magister Fisika Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

Hidrogen merupakan salah satu energi alternatif yang terbarukan dan memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan dan dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan bantuan sel bahan bakar. Ada tiga bentuk penyimpanan hidrogen yaitu padat, cair dan gas. Penyimpanan hidrogen dalam bentuk gas dan cair belum memadai dari sisi keamanannya, sehingga banyak penelitian dilakukan untuk penyimpanan hidrogen dalam bentuk padat yaitu dengan cara menyisipkan hidrogen dalam logam tertentu atau disebut solid state hydrogen storage. Salah satu material yang dapat menyimpan hidrogen dalam jumlah besar adalah Magnesium (Mg). Selain memiliki kemampuan menyerap hidrogen 7,6 wt% , Magnesium juga mudah diperoleh dan harganya ekonomis. Namun Mg memiliki kekurangan, yakni reaksi kinetiknya sangat lambat serta temperatur desorpsi yang sangat tinggi sekitar 3000C-4000C. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menurunkan temperatur desorpsinya. Dalam penelitian ini menggunakan material penyimpan hidrogen berbasis MgH2+ 5 wt% Ni + 15 wt% SiO2 yang dimilling dengan variasi waktu 2 jam, 5 jam, 7 jam, dan 10 jam.menggunakan metode Mechanical Alloying, rasio bola dengan serbuk 10:1 dan kecepatan 250 rpm. Hasil pengukuran dengan X – Ray Difractometer (XRD) menunjukkan material MgH2+ 5 wt%Ni + 15 wt% SiO2 berhasil direduksi hingga skala nanokristal. Fasa yang muncul dari hasil observasi XRD adalah fasa MgH2 sebagai fasa mayor, fasa SiO2 dan Ni sebagai fasa minor. Berdasarkan hasil Analisa data XRD, ukuran butir terkecil pada waktu milling 5 jam yaitu 10,791 nm. Hasil pengujian Diffrential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan bahwa temperatur desorpsi pada sampel yang dimilling 5 jam yakni 363,95 0C. Berdasarkan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) mempunyai Weight loss 14,7 wt % dalam waktu 3,51 menit. Sehingga dapat dinyatakan bahwa waktu milling dapat menurunkan ukuran butir dan temperatur desorpsi. Kata kunci: Penyimpanan hidrogen, Magnesium, Mechanicall Alloying, katalis SiO2 dari abu sekam padi, katalis Ni, milling, XRD, DSC, TGA

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH MILLING TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL PENYIMPAN HIDROGEN BERBASIS MGH2-SIO2 (Ananda Dwi Utami, 2015)

STUDI PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL PENYIMPANAN HIDROGEN BERBASIS MGH2 YANG DIADISI KATALIS SIO2 DARI PASIR KUARSA (MIRZA ARJUNI SINAGA, 2016)

PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK MGH2 DENGAN KATALIS SIO2 DARI ABU SEKAM PADI DAN NI UNTUK APLIKASI PENYIMPANAN HIDROGEN (MARLINDA, 2018)

STUDI PENGARUH KATALIS SIO2 DARI PASIR KUARSA TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL PENYIMPANAN HIDROGEN BERBASIS MGH2 (INDAH ANGGREINI AKBAR, 2016)

PENGARUH KATALIS MAGNETITE (FE3O4) BERBASIS BAHAN ALAM TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MGH2 UNTUK APLIKASI MATERIAL PENYIMPAN HIDROGEN (MAULINDA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy