//

IDENTIFIKASI SESAR AKTIF PIDIE JAYA BERDASARKAN RELOKASI DATA GEMPA BUMI SUSULAN PIDIE JAYA DAN MEKANISME FOKAL

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Qadariyah - Personal Name

Abstrak/Catatan

Gempa bumi terjadi di Pidie Jaya dengan kedalaman 15 km dan magnitudo 6.5 Mw telah mengakibatkan 104 orang meninggal dunia. Pasca gempa bumi, Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) bekerja sama dengan Tim Pusat Gempa Nasional memasang 9 unit seismometer selama satu bulan untuk merekam gempa susulan. Waktu tiba gelombang P dan S diseleksi dengan Xquake dan lokasi awal gempa ditentukan dengan HYPO71. Setelah satu bulan diperoleh 920 event gempa susulan. Penentuan lokasi hiposenter secara non-linear bergantung pada model kecepatan 1-D yang diberikan dan sebaliknya. Oleh karena itu diterapkan inversi 1-D secara simultan untuk penentuan relokasi gempa bumi dan model kecepatan lokal dengan menggunakan perangkat lunak VELEST. Diantara 920 event, pada relokasi VELEST hanya diperoleh 435 event, yaitu gempa yang mempunyai gap angle ≤ 180° dan terekam pada ≥ 5 stasiun. Relokasi gempa bumi lebih lanjut dilakukan dengan hypoDD dan mekanisme fokal gempa bumi ditentukan dari data polaritas pertama gelombang P dengan menggunakan FPFIT. Jumlah gempa bumi yang direlokasi dengan hypoDD adalah sebanyak 125 event dari 435 event (hasil dari VELEST). Hasil distribusi gempa bumi sebelum relokasi menyebar ke segala arah dan tidak memiliki kecenderungan ke arah tertentu, namun setelah relokasi dengan VELEST distribusi gempa bumi menunjukkan pola sesar aktif yang mengarah ke Timur Laut – Barat Daya. Relokasi hypoDD menunjukkan hiposenter yang lebih baik dan seismisitas jalur sesar yang lebih baik. Berdasarkan topografi dan distribusi gempa susulan, jalur sesar aktif utama mengarah ke Timur Laut – Barat Daya pada koordinat 5.160 LU dan 96.158 BT sampai 5.293 LU dan 96.264 BT. Kemudian juga terdapat dua sesar percabangan yang mengarah ke Tenggara dan Selatan. Mekanisme fokal yang berhasil diperoleh dengan FPFIT sebanyak 15 event dari 125 event (hasil dari hypoDD). Solusi mekanisme fokalnya secara umum adalah strike-slip tergantung pada letak seismisitas. Kata Kunci: sesar aktif, gempa susulan, relokasi gempa bumi, mekanisme fokal, Pidie Jaya

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENENTUAN MODEL KECEPATAN LOKAL 1-D DAN RELOKASI GEMPA SUSULAN PIDIE JAYA 2016 UNTUK MEMPELAJARI SESAR PIDIE JAYA (NANI AMEL LIA, 2017)

KAJIAN GEMPA SUSULAN PIDIE JAYA MENGGUNAKAN DATA DARI JARINGAN SEISMIK LOKAL DAN REGIONAL SERTA MODEL KECEPATAN LOKAL (Nurliza Masyitah, 2017)

KAJIAN SESAR AKTIF WILAYAH TENGGARA ACEH BERDASARKAN DATA SEISMISITAS DAN MEKANISME FOKAL GEMPA (Arifullah, 2019)

PENERAPAN LIFETIME ANALYSIS PADA PERBANDINGAN PERILAKU GEMPA SUSULAN (STUDI KASUS GEMPA BUMI PIDIE JAYA 7 DESEMBER 2016 DAN GEMPA BUMI AMBON 26 SEPTEMBER 2019) (Faiza Maulia, 2020)

PENENTUAN MODEL KECEPATAN GELOMBANG P DAN S DAN RELOKASI GEMPA BUMI DI LAPANGAN PANAS BUMI WAYANG WINDU (CUT KARLISMA, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy