PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI OBAT RNTANPA IZIN EDARRN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI OBAT RNTANPA IZIN EDARRN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Cut Nila Sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0803101010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

344.041 6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

CUT NILA SARI, PENERAPAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI OBAT TANPA IZIN EDAR (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh)
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA
(iv, 70), pp., tabl., bibl.
Riza Nizarli, S.H., M.H.
Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menentukan bahwa “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00” dan Pasal 198 menentukan “Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.100.000.000,00”. Namun demikian, walaupun terhadap tindak pidana ini diancam dengan pidana yang berat, dalam penerapan pidananya belum berjalan sebagaimana mestinya.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin di Kota Banda Aceh, penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin dan upaya yang dilakukan dalam penanggulangan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin.
Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin di Kota Banda Aceh akibat kurangnya kesadaran hukum dari pelaku yang mengedarkankan sediaan farmasi tanpa izin, faktor ekonomi untuk mencari keuntungan, lemahnya penegakan hukum, akan tetapi dalam praktik penerapan pidana tersebut belum berjalan maksimal karena masih ada pelaku pelanggaran yang hanya di kenai sanksi teguran saja dan faktor kurangnya koordinasi antara instansi terkait. Penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin telah ada yang dikenakan ketentuan pidana walaupun tidak sepenuhnya sesuai dengan ancaman pidana yang ada. Upaya yang dilakukan dalam penanggulangan tindak pidana adalah dengan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat maupun bagi pelaku usaha yang mengedarkan sediaan farmasi, dan BPOM menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan guna memberikan solusi dalam mengatasi hambatan dalam penerapan ketentuan pidana bidang kefarmasian.
Disarankan kepada BPOM dan dinas kesehatan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ketentuan pidana dalam UU No 36 tahun 2009 khususnya bidang kefarmasian. Kepada pelaku usaha khususnya pengusaha apotik dan toko obat berizin agar tidak lagi menjual obat dan sedian farmasi lainnya tanpa ada izin edar. kepada konsumen agar dalam mengkonsumsi produk memperhatikan label produk khususnya mengenai informasi produk termasuk mengenai izin edar produk.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK