//

ISOLASI ESCHERICHIA COLI PADA TELUR PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) YANG GAGAL MENETAS DI PETERNAKAN DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CHAIRUL S SIREGAR - Personal Name

Abstrak/Catatan

ISOLASI Escherichia coli PADA TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) YANG GAGAL MENETAS DI PETERNAKAN DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri Escherichia coli pada telur puyuh yang gagal menetas di Desa Garot Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. 30 butir telur puyuh yang gagal menetas diambil secara acak dan diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pemeriksaan sampel dilakukan berdasarkan metode Carter (1987) yang dimodifikasikan. Kerabang telur dibuka dan isi telur dituangkan ke cawan petri steril kemudian dengan menggunakan swab steril sisa kuning telur yang belum diserap diswap. Selanjutnya dimasukkan dalam media Nutrien Broth (NB) dan inkubasi pada suhu 37ºC selama 24 jam. Kemudian dengan menggunakan ose steril, biakan dipindahkan ke media Eosin Methilen Blue Agar (EMBA). Bakteri yang tumbuh diamati morfologi koloninya dan dilakukan pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 30 sampel (10%) telur burung puyuh yang diteliti positif terinfeksi Escherichia coli. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa Escherichia coli merupakan salah satu penyebab kegagalan menetas pada telur puyuh dipeternakan Desa Garot Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Isolation of Escherichia coli from Failed to Hatch Quail’s Eggs (coturnic coturnix japonica) in Garot, Darul Imarah Subdistrric, Aceh Besar ABSTRACT This study aimed to isolate Escherichia coli from quail eggs that were not hatched in a farm at Garot village, Darul Imarah subdistrict, Aceh Besar District. 30 unhatched quail eggs were examined in microbiology laboratorium of Veterinary Faculty of Syiah Kuala University, Banda Aceh. The research were done base on Carter method (1987). The eggs opened and the embrio were swabbed, and put into Nutrien Broth (NB) and incubated at 37o C for 24 hours. The culture were then transfered onto Eosine Methilen Blue Agar (EMBA). Bacteria were observed for morphology colony and Gram staining characteristic. The result showed that 3 out of 30 unhatched samples (10%) were positively infected by Escherichia coli. Based on this study, it can be concluded that Escherichia coli was one of many factors that caused quail eggs failed to hatch in a farm of Garot village, Darul Imarah subdistrict, Aceh Besar District.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ISOLASI ESCHERICHIA COLI PADA TELUR PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) YANG GAGAL MENETAS DI PETERNAKAN DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR (CHAIRUL S SIREGAR, 2018)

ISOLASI CEMARAN ESCHERICHIA COLI PADA RUANG KANDANG BURUNG PUYUH (CORTUNIX CORTUNIX JAPONICA) DI DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR (HAFITATUL AINI, 2017)

ANGKA CEMARAN MIKROB PADA TELUR PUYUH (COTURNIX-COTURNIX JAPONICA) DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (Aulia Ulfizar, 2018)

DETEKSI SALMONELLA SP. PADA DAGING PUYUH (COTURNIXCOTURNIX JAPONICA) AFKIR DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (UCI HERAWATI, 2018)

ASPERGILLOSIS PADA PUYUH (COTURNIX JAPONICA) (NATASHA, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy