HUBUNGAN PEMBERIAN DEKSAMETASON TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA KELAHIRAN PREMATUR DI RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

HUBUNGAN PEMBERIAN DEKSAMETASON TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA KELAHIRAN PREMATUR DI RSUDZA


Pengarang

CUT MEUTIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010090

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kelahiran prematur merupakan kelahiran yang terjadi sebelum mencapai usia < 37 minggu, yang berdampak terhadap terjadinya asfiksia neonatorum. Pemberiam deksametason bertujuan untuk menguranggi kejadian gangguan pernapafasan salah yaitu asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian deksametason terhadap kejadian asfiksia neonatorum pada kelahiran prematur di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik yang dilakukan mulai tanggal 20 November sampai 20 Desember. Data dianalisa dengan menggunakan metode Chi Square. Selama penelitian ini berlangsung didapatkan sampel sebanyak 116 responden. Berdasarkan data tersebut yang mendapatkan deksametason sebanyak 100 responden (86,2%), yang tidak mendapatkan deksametason sebanyak 16 responden (13,8%). Bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan deksametason yang mengalami asfiksia neonatorum berjumlah 39 bayi (39%), dan yang tidak mengalami asfiksia neonatorum berjumlah 61 bayi (61%), dan yang ibu tidak mendapatkan deksametason, yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum berjumlah 5 bayi (31,3%) dan yang tidak mengalami asfiksia neonatorum berjumlah 11 bayi (68,7%).Hasil analisis data dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh p=0,533 (p>0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan pemberian deksametason terhadap kejadian asfiksia neonatorum pada kelahiran prematur di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.



Kata kunci : Prematur, Asfiksia Neonatorum, Deksametason




ABSTRACT


Premature birth is a birth that occurs before it reaches 0,05). From these results it can be concluded that there is no relation of dexamethasone to the occurrence of asphyxia neonatorum at preterm birth in RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Keywords: Premature, Asphyxia Neonatorum, Dexamethasone

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK