UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JALOH (SALIX TETRASPERMA ROXB) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)YANG DIINDUKSI DENGAN PEPTON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JALOH (SALIX TETRASPERMA ROXB) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)YANG DIINDUKSI DENGAN PEPTON


Pengarang

TRIESHA ADINDA S - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Demam merupakan keluhan yang sering ditemukan dan menjadi salah satu tanda klinis adanya suatu penyakit. Penatalaksanaan demam dapat dilakukan dengan menggunakan antipiretik. Antipiretik yang terbanyak digunakan adalah parasetamol. Parasetamol dapat menimbulkan iritasi pada mukosa lambung serta bersifat hepatotoksik bila digunakan dalam waktu yang lama. Salah satu tanaman yang sering digunakan secara tradisional sebagai antipiretik adalah jaloh (Salix tetrasperma Roxb.). Penelitian eksperimental laboratorik dengan Pretest-Postest with Control Group Designini dirancang untuk membuktikan aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun jaloh. Sebanyak 30 ekor mencit jantan dibagi dalam 5 kelompok (n=6), yaitu Kontrol negatif (CMC 1%),Kontrol Positif (parasetamol 65mg/kgBB), Perlakuan 1,2, dan 3berturut turut diberikan ekstrak etanol daun jaloh (EEDJ) 15mg/kgBB, 30 mg/kgBB dan 60 mg/kgBB.Induksi demam pada mencit dilakukan dengan pemberian pepton 12,5% secara subkutan. Parameter yang diukur adalah penurunan suhu rektal mencit yang diukur dengan menggunakan termometer digital selama 210 menit dengan interval 30 menit. Hasil uji ANOVA didapatkan perbedaan yang signifikan antar kelompok dengan P value = 0,000 (P< 0,05). Uji lanjutan dengan menggunakan Post Hoc Duncan didapatkan antar kelompok perlakuan 1,2,3 dan kontrol positif tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa EEDJ dapat menurunkan suhu rektal mencit dan sebanding dengan parasetamol.

Kata Kunci: Jaloh, Demam, Antipiretik, Pepton

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK