PENGARUH DOSIS KOMPOS AMPAS TAHU DAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS KOMPOS AMPAS TAHU DAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.)


Pengarang

LAILA SARI TANJUNG - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050104

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Laila Sari Tanjung. 1305101050104. Pengaruh Dosis Kompos Ampas Tahu dan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) dibawah bimbingan Mardhiah Hayati sebagai pembimbing utama dan Marai Rahmawati sebagai pembimbing anggota.

RINGKASAN
Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang sangat populer dan disukai, khususnya dijadikan sebagai bahan sayuran dan lalapan. Selain itu terung juga mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama kandungan Vitamin A dan Fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis kompos ampas tahu dan konsentrasi giberelin serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 4 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti yaitu dosis kompos ampas tahu dan konsentrasi giberelin yang meliputi : dosis kompos ampas tahu terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 15, 30 dan 45 ton/ha dan 4 taraf konsentrasi giberelin yaitu 0, 50, 100, dan 150 ppm. Parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah cabang produktif, umur berbunga, persentase bunga gugur, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah per tanaman, panjang buah per tamaman, diameter buah pertanaman dan potensi hasil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah cabang produktif, umur berbunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, panjang buah per tanaman, diameter buah per tanaman dan potensi hasil. Berpengaruh nyata terhadap persentase bunga gugur. Pertumbuhan tanaman terung terbaik dijumpai pada dosis kompos ampas tahu 30 ton/ha dan hasil terung terbaik dijumpai pada perlakuan 45 ton/ha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah cabang produktif, umur berbunga, persentase bunga gugur, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, panjang buah, diameter buah dan potensi hasil. Pertumbuhan tanaman cenderung lebih baik pada perlakuan konsentrasi giberelin 50 ppm dan hasil tanaman pada perlakuan 150 ppm.
Terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis kompos ampas tahu dengan konsentrasi giberelin terhadap semua peubah yang diamati pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK