//

PENGARUH REMBESAN AIR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH (DINDING TANPA PLESTERAN DAN PLESTERAN TRASSRAM DENGAN VARIASI PERENDAMAN AIR TAWAR, AIR PAYAU DAN AIR ASIN YANG BERASAL DARI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang M FUJI HANAFI - Personal Name

Abstrak/Catatan

Bahan konstruksi dinding yang umumnya digunakan di Indonesia adalah bata merah. Bata merah merupakan material yang memiliki struktur berpori yang berpotensi meresapnya air ke dalam dinding melalui proses kapilaritas, dimana air permukaan meresap kemudian naik ke atas. Beberapa kemungkinan sumber air yang masuk ke dalam dinding dapat berasal dari tanah, hujan, banjir dan angin laut. Sumber air tersebut merupakan penyebab dari rembesan pada dinding sehingga dinding menjadi lembab. Akibat yang ditimbulkan pada dinding adalah perubahan warna cat, pengelupasan cat dan plesteran serta tumbuhnya jamur. Kondisi seperti ini banyak terdapat pada konstruksi bangunan di daerah Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat rembesan air pada dinding dengan perendaman tiga jenis air permukaan dan pengaruh rembesan tersebut terhadap kuat tekan dinding. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu dinding tanpa plesteran dengan ukuran (800×500×100) mm dan dinding plesteran trassram dengan ukuran (800×500×130) mm dengan variasi perendaman yaitu perendaman air tawar, air payau dan air asin. Benda uji dinding tanpa perendaman adalah benda uji dinding kontrol. Benda uji dinding dilakukan pengukuran tinggi rembesan selama perendaman dan pengujian kuat tekan setelah benda uji dinding berumur 28 hari perawatan dan 21 hari perendaman. Pada dinding pasangan bata merah tanpa plesteran dengan perendaman air tawar, air payau dan air asin, tinggi rembesannya mencapai 6,33 cm, 3,99 cm dan 3,36 cm serta nilai kuat tekan dindingnya mengalami penurunan sebesar 27,68%, 31,44% dan 37,24% dari dinding kontrol. Pada dinding pasangan bata merah plesteran trassram dengan perendaman air tawar, air payau dan air asin, tinggi rembesannya mencapai 3,29 cm, 2,90 cm dan 3,18 cm serta nilai kuat tekan dindingnya mengalami penurunan sebesar 3,64%, 26,58% dan 35,47% dari dinding kontrol. Pengaruh tingginya rembesan pada dinding mempengaruhi kuat tekan pada dinding. Dinding dengan plesteran trassram memberikan kuat tekan yang lebih besar dari pada dinding tanpa plesteran.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH REMBESAN AIR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH (DINDING DENGAN DAN TANPA PLESTERAN DENGAN VARIASI PERENDAMAN AIR TAWAR, AIR PAYAU DAN AIR ASIN YANG BERASAL DARI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH) (Fadhil Dwinanda, 2017)

ALTERNATIF PERKUATAN DINDING UNTUK MENCEGAH KEHANCURAN BRITTLE (Mahlil, 2015)

MODEL TIME-COST TRADE-OFF PADA PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA DAN PLESTERAN DI KABUPATEN BIREUEN (DINA FADHILAH, 2018)

PENGARUH UKURAN BATA KERTAS TERHADAP DAYA DUKUNG UKURAN 10X10X20 CM (Muhammad Fazillah, 2013)

ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH (MUHAMMAD RIZKI, 2020)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy