PENGARUH REMBESAN AIR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH (DINDING TANPA PLESTERAN DAN PLESTERAN TRASSRAM DENGAN VARIASI PERENDAMAN AIR TAWAR, AIR PAYAU DAN AIR ASIN YANG BERASAL DARI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH REMBESAN AIR TERHADAP KUAT TEKAN DINDING PASANGAN BATA MERAH (DINDING TANPA PLESTERAN DAN PLESTERAN TRASSRAM DENGAN VARIASI PERENDAMAN AIR TAWAR, AIR PAYAU DAN AIR ASIN YANG BERASAL DARI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

M FUJI HANAFI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304101010099

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bahan konstruksi dinding yang umumnya digunakan di Indonesia adalah bata merah. Bata merah merupakan material yang memiliki struktur berpori yang berpotensi meresapnya air ke dalam dinding melalui proses kapilaritas, dimana air permukaan meresap kemudian naik ke atas. Beberapa kemungkinan sumber air yang masuk ke dalam dinding dapat berasal dari tanah, hujan, banjir dan angin laut. Sumber air tersebut merupakan penyebab dari rembesan pada dinding sehingga dinding menjadi lembab. Akibat yang ditimbulkan pada dinding adalah perubahan warna cat, pengelupasan cat dan plesteran serta tumbuhnya jamur. Kondisi seperti ini banyak terdapat pada konstruksi bangunan di daerah Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat rembesan air pada dinding dengan perendaman tiga jenis air permukaan dan pengaruh rembesan tersebut terhadap kuat tekan dinding. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu dinding tanpa plesteran dengan ukuran (800×500×100) mm dan dinding plesteran trassram dengan ukuran (800×500×130) mm dengan variasi perendaman yaitu perendaman air tawar, air payau dan air asin. Benda uji dinding tanpa perendaman adalah benda uji dinding kontrol. Benda uji dinding dilakukan pengukuran tinggi rembesan selama perendaman dan pengujian kuat tekan setelah benda uji dinding berumur 28 hari perawatan dan 21 hari perendaman. Pada dinding pasangan bata merah tanpa plesteran dengan perendaman air tawar, air payau dan air asin, tinggi rembesannya mencapai 6,33 cm, 3,99 cm dan 3,36 cm serta nilai kuat tekan dindingnya mengalami penurunan sebesar 27,68%, 31,44% dan 37,24% dari dinding kontrol. Pada dinding pasangan bata merah plesteran trassram dengan perendaman air tawar, air payau dan air asin, tinggi rembesannya mencapai 3,29 cm, 2,90 cm dan 3,18 cm serta nilai kuat tekan dindingnya mengalami penurunan sebesar 3,64%, 26,58% dan 35,47% dari dinding kontrol. Pengaruh tingginya rembesan pada dinding mempengaruhi kuat tekan pada dinding. Dinding dengan plesteran trassram memberikan kuat tekan yang lebih besar dari pada dinding tanpa plesteran.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK