//

KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI MODEL LEARNING CYCLE “5E” PADA MATERI BANGUN RUANG DI KELAS VIII SMP PLUS AL-‘ATHIYAH ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Hasri Zaldi - Personal Name
SubjectMATHEMATICS - ELEMENTARY EDUCATION
TEACHING METHODE
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Tahun Terbit 2012

Abstrak/Catatan

Pemecahan masalah sangat penting dalam pembelajaran matematika. Sementara itu masih banyak siswa di SMP Plus Al-Athiyah yang kesulitan dalam mengkontruksikan dan mengaplikasikan ide-ide dalam matematika. Oleh karena itu, masalah penguasaan siswa dalam melakukan pemecahan masalah perlu dipikirkan penyelesaiannya. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penenlitian dengan fokus masalah adalah bagaimana kemampuan siswa memecahkan masalah matematika melalui model pembelajaran Learning Cycle “5E” pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Plus Al-‘Athiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Plus Al-Athiyah kelas VIIIB melalui penerapan model Learning Cycle “5E”. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB yang berjumlah 27 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode kuasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah one-shot case study design. Kemampuan pemecahan masalah yang diukur dalam penelitian ini meliputi empat indikator, yaitu 1) memahami masalah, 2) merencanakan penyelesaian masalah, 3) menyelesaikan masalah, dan 4) mengiterpretasikan hasil. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara siswa dan tes. Diperoleh hasil penelitian bahwa: 1) pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model Learning Cycle “5E” belum dapat mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP Plus Al-Athiyah kelas VIIIB pada materi bangun ruang Prisma dan Limas. 2) Persentase kemampuan pemecahan masalah matematika dapat dilihat dari hasil tes siklus yakni sebesar 38% dengan katagori rendah. Persentase rata-rata tes siswa untuk tiap indikator kemampuan pemecahan masalah belum memenuhi kriteria keberhasilan, yaitu (a) kemampuan mengindentifikasikan masalah sebesar 74%,(b) kemampuan merencanakan penyelesaian masalah 28%, (c) kemampuan menyelesaikan masalah 32%, dan (d) kemampuan menginterpretasikan hasil 38%. Ketuntasan klasikal baru mencapai 26% dari 27 siswa. Persentase aktivitas siswa tergolong aktif karena sebagian besar kategori yang ditetapkan sudah memenuhi kriteria waktu ideal yang ditetapkan.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BANGUN RUANG DI KELAS VIII SMPN 15 BANDA ACEH (Syarifah Suhayya, 2016)

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI REACT DI SMPN 17 BANDA ACEH (RIMA SYAFRINA, 2019)

KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DALAM MENGGAMBAR BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI KELAS IV SD KOTA BANDA ACEH (Nina Helmira, 2015)

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BANGUN RUANG DI KELAS IV SD NEGERI GAROT ACEH BESAR (Maulijar, 2015)

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIKA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Zinatun Hayati, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy