PERBANDINGAN METODE KLASIFIKASI MAXIMUM LIKELIHOOD DAN MINIMUM DISTANCE PADA PEMETAAN TUTUPAN LAHAN DI KOTA LANGSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN METODE KLASIFIKASI MAXIMUM LIKELIHOOD DAN MINIMUM DISTANCE PADA PEMETAAN TUTUPAN LAHAN DI KOTA LANGSA


Pengarang

Indrayani Jayanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308107010010

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pembangunan daerah akan diikuti dengan kebutuhan akan lahan yang potensial.
Kebutuhan lahan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.
Kota Langsa merupakan Kota hasil pemekaran wilayah dari Kabupaten Aceh
Timur yang sedang melakukan perencanaan besar bagi kemajuan daerah tersebut.
Penggunaan lahan pada Kota yang baru sangat berkaitan erat dari tutupan lahan
yang ada di lahan tersebut, maka dari itu perlu dibuat peta tutupan lahan dengan
metode yang cepat. Dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat peta
tutupan lahan dari Kota Langsa. Citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini
adalah citra satelit Landsat 8 tahun 2016. Teknologi untuk memetakan lahan
tersebut adalah teknologi penginderaan jauh. Terdapat berbagai metode klasifikasi
dalam memetakan tutupan lahan yaitu metode klasifikasi terbimbing dan tidak
terbimbing. Pada kajian ini, menggunakan metode klasifikasi terbimbing.
Evaluasi kesesuaian tutupan lahan di daerah kajian menggunakan dua metode
klasifikasi terbimbing yaitu Maximum Likelihood Classification (MLC) dan
Minimum Distance Classification (MDC). Kajian ini melakukan perhitungan uji
akurasi klasifikasi menggunakan tabel error matrix dan confusion matrix. Pada
hasil kajian terdapat perbedaan pada hasil akurasi dan hasil luasan tiap tutupan
lahan yang dihasilkan. Pada Maximum Likelihood Classification (MLC) nilai
akurasi keseluruhan yaitu 86,0 % sedangkan pada Minimum Distance
Classification (MDC) hanya 75,0 %. Perbedaan luasan antara kedua metode yang
dikaji juga berbeda, hasil luasan dari metode Maximum Likelihood Classification
(MLC) lebih mendekati keadaan sebenarnya dari lokasi kajian dibandingkan
dengan metode Minimum Distance Classification (MDC). Kesimpulan dari kajian
ini yaitu Maximum Likelihood Classification (MLC) lebih baik digunakan dalam
memetakan tutupan lahan di Kota Langsa dibandingkan dengan metode Minimum
Distance Classification (MDC).
Kata kunci : tutupan lahan, penginderaan jauh, Maximum Likelihood
Classification (MLC), Minimum Distance Classification (MDC).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK