//

PERKEMBANGAN SENI KARAWITAN DI GAYO LUT DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 1984-2017

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nuriyanti Sarah - Personal Name
SubjectART - STUDY AND TEACHING
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Sarah, Nuriyanti. 2017. Perkembangan Seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun 1984-2017. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs Teuku Abdullah, S.H,.MA (2) Drs. Anwar Yoesoef, M.Pd. Kata Kunci : Perkembangan Seni Karawitan Penelitian yang berjudul “Perkembangan seni Karawitan di Gayo Lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah tahun1984-2017” tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perkembangan penyajian seni Karawitan yang berada di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (2) Untuk mengetahui perkembangan fungsi seni Karawitan di gayo lut desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah (3) untuk mengetahui bagaimana penagaruh keberadaan seni Karawitan terhadap masyarakat Gayo Lut di desa Damar Mulyo Kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode sejarah (sejarah). Untuk memperoleh data diperlukan peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendapatkan data diperoleh dari tokoh adat (sesepuh), pemain seni Karawitan, masyarakat gayo yang termasuk didalam daftar Informan. Perkembangan seni Karawitan di desa Damar mulyo di bawa oleh para masyarakat Etnis Jawa yang bertransmigran ke Aceh pada tahun 1984, awal mula pementasan seni Karawitan dilakukan tiga bulan setelah dikirimnya alat-alat dari Jawa oleh pemerintah, yang hingga pada tahun 2017 masi berkembang, walaupun pernah terjadi kerusakan pada alat seni Karawitan, namun pada tahun 2014 mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk menjaga kelestarian seni Karawitan masyarakat menggunakan seni Karawitan acara adat pernikahan, sunat rasul, dan wajibnya di pentaskan pada 1 Suro (1 Muharam) di desa Damar Mulyo kecamatan Atulintang Kabupaten Aceh Tengah. Seni Karawitan di desa Damar Mulyo menggandalkan 13 alat yang di mainkan oleh para pemain (penabuh) seni Karawitan dengan dua penyanyi (sinden) dengan notasi Pelog dan Selendro. Kostum para pemain seni Karawitan di desa Damar Mulyo ada dari tahun 1984 baru mengenakan kostum pada tahun 2014. Kostum yang digunakan adalah Blangkon diletakkan dikepala pemain Karawitan pria dan menggunakan pakaian beskap, pakaian wanita pesinden menggunakan baju kebaya, sanggung dan konde di kepalanya setelah peraturan syariat islam para sinden hanya menggunakan baju biasa dan menggunkan hijab tidak menggunakan sanggul dan konde.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENYAJIAN SENI KARAWITAN PADA KEGIATAN ADAT DI DESA DAMAR MULYO KABUPATEN ACEH TENGAH (Rati Eva Zulaiha, 2018)

KOMUNITAS MADURADI DESA PANTAN DAMARKECAMATAN ATU LINTANGKABUPATEN ACEH TENGAH, 1984-2015 (TRIA ISNAINIK, 2016)

MAKNA SIMBOLIK PROPERTI TARI JATHILAN DI DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (Nurbiyanti, 2018)

PERKEMBANGAN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) GAJAH PUTIH TAKENGON, KABUPATEN ACEH TENGAH, 1984 – 2017 (Darmawan, 2019)

PERAN A.R MOESE DALAM PERKEMBANGAN KESENIAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH (JONA ERWENTA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy