KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNISI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNISI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING


Pengarang

Lia Fitria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200160054

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.152 3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Lia Fitria (2017). Kemampuan Berpikir Kritis dan Metakognisi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika melalui Pendekatan Problem Solving.

Pengajaran matematika di jenjang sekolah menengah bertujuan agar siswa mampu berpikir kritis, logis dan sistematis. Kemampuan berpikir kritis merupakan hal sangat penting bagi siswa guna menyelesaikan masalah matematika bersifat non-rutin. Faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan siswa menyelesaikan masalah matematika adalah kesadarannya terhadap apa yang diketahui dan bagaimana menyelesaikannya yang dikenal dengan metakognisi. Salah satu upaya untuk melatihkan metakognisi dan berpikir kritis secara bersamaan adalah dengan menerapkan pendekatan problem solving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan metakognisi siswa yang diajarkan dengan pendekatan problem solving serta korelasi antara kemampuan berpikir kritis matematis dan metakognisi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII_2 dan VIII_3 di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket metakognisi. Data dianalisis menggunakan statistik uji-t dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan problem solving lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 2) Metakognisi siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem solving lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional, 3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara metakognisi siswa dengan kemampuan berpikir kritis.

Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Metakognisi, Pendekatan Problem Solving,

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK