PERBANDINGAN KUALITAS SPERMATOZOA SEMEN BEKU SAPI ACEH, BALI, SIMMENTAL, DAN BRAHMAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA INDUK BETINA SAPI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERBANDINGAN KUALITAS SPERMATOZOA SEMEN BEKU SAPI ACEH, BALI, SIMMENTAL, DAN BRAHMAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA INDUK BETINA SAPI


Pengarang

Kahirul Fata - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1109200120008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

571.845 1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PERBANDINGAN KUALITAS SPERMATOZOA SEMEN BEKU SAPI ACEH, BALI, SIMMENTAL DAN BRAHMAN SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA INDUK BETINA SAPI ACEH

Khairul Fata

Berbagai program dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi sebagai sumber utama daging sapi, diantaranya adalah pengurangan pemotongan sapi lokal betina produktif, dan memperluas jangkauan program kawin silang sapi betina lokal dengan pejantan unggul atau inseminasi buatan (IB) menggunakan bibit unggul. Tingkat keberhasilan IB pada ternak sapi lokal selain ditentukan oleh pemilihan sapi akseptor, akurasi deteksi birahi oleh para peternak dan ketrampilan inseminator, juga ditentukan oleh kualitas semen beku yang digunakan. Menurut para ahli, potensi spermatozoa dalam membuahi sel telur dapat diduga dengan menilai motil progresif, keutuhan membran dan keutuhan akrosom spermatozoa yang menggambarkan kualitas semen.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan semen beku yaitu; Kelompok 1 yaitu semen beku sapi aceh (S1), kelompok 2 yaitu semen beku sapi bali (S2), kelompok 3 yaitu semen beku sapi simmental (S3). dan kelompok 4 yaitu semen beku sapi brahman (S4). Masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak 10 kali pengulangan. Pemeriksaan kualitas spermatozoa masing-masing semen beku dilakukan menurut metode yang digunakan Balai Inseminasi Buatan, sedangkan tingkat keberhasilan IB dilakukan dengan cara melakukan inseminasi semen beku masing-masing perlakuan pada induk aseptor sapi aceh betina yang berahi, dan pemeriksaan kebuntingan melalui palpasi rektal pada bulan kedua setelah IB. Data kualitas spermatozoa (motilitas, spermatozoa hidup, dan TAU) semen beku dan angka kebuntingan yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncant. Sedangkan hubungan kualitas spermatozoa semen beku dengan tingkat kebuntingan diuji dengan regresi berganda.
Rata-rata persentase motilitas, spermatozoa hidup dan TAU spermatozoa semen beku setelah pencairan kembali (thowing)0 dari keempat jenis sapi memperlihatkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Persentase motilitas, spermatozoas hidup dan TAU sapi aceh, sapi bali dan sapi simmental tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata (P>0,05), namun ketiganya berbeda secara nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK