ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN WAQAF PADA BAITUL MAL PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN WAQAF PADA BAITUL MAL PROVINSI ACEH


Pengarang

Rizka Maulida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1101103010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

657.48

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Tujuan penelitian untuk mengetahui kesesuaian dan ketentuan akuntabilitas pengelolaan waqaf menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 pada Baitul Mal Provinsi Aceh. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) penulis menggunakan jenis penelitian campuran (mixed methodology). Penelitian ini berlokasi di Baitul Mal Provinsi Aceh. Subjek penelitian yaitu : Informan adalah pimpinan Baitul Mal Provinsi Aceh, Kepala Baitul Mal Provinsi Aceh 1 orang, Nazir 1 orang dan karyawan Baitul Mal Provinsi Aceh 5 orang. Teknik pengumpulan data dengan angket/kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan, triangulasi (triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan waqaf belum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 pada Baitul Mal Provinsi Aceh, karena masih minimnya sosialisasi tentang Undang-Undang dan Akuntabilitas pengelolaan waqaf belum memenuhi ketentuan menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 pada Baitul Mal Provinsi Aceh, karena pelaksanannya tidak mengacu kepada Undang-Undang, Akuntabilitas pengelolaan waqaf belum diterapkan dan dilakukan kegiatannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan qanun waqaf, yang disebabkan karena kurangnya pelatihan atau pengembangan yang diberikan oleh organisasi untuk meningkatkan kehandalan pengelola waqaf. Pewaqaf pun tidak memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan nadzir, sehingga untuk mengelola harta waqaf tidak optimal disebabkan karena kurangnya sosialisi tentang Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Waqaf dan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Baitul Mal.

Kata Kunci : Akuntabilitas dan Pengelolaan Waqaf

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK