//

KAJIAN GEMPA SUSULAN PIDIE JAYA MENGGUNAKAN DATA DARI JARINGAN SEISMIK LOKAL DAN REGIONAL SERTA MODEL KECEPATAN LOKAL

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nurliza Masyitah - Personal Name
SubjectEARTQUAKES
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Sesar aktif di Pidie Jaya yang mengakibatkan gempa pada 7 Desember 2016 sekitar jam 05.03 WIB dengan magnitude Mw 6.5 belum sepenuhnya dipahami secara detil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu tiba gelombang P dan S serta menentukan lokasi gempa bumi susulan di Pidie Jaya sekaligus membandingkan pengaruh perbedaan model kecepatan lokal yang berbeda – beda terhadap lokalisasi gempa bumi sebagai bagian dari usaha mempelajari sesar aktif Pidie Jaya. Data yang digunakan adalah data gempa susulan Pidie Jaya selama 3 hari (02 Januari 2017 – 05 Januari 2017) yang berjumlah 148 gempa. Dari pengolahan data dapat diperoleh model kecepatan yang bervariasi dengan menggunakan beberapa referensi model kecepatan, diantaranya model kecepatan ak135, model kecepatan IASP91, model kecepatan Haslinger serta model kecepatan Ivan Koulakov. Metode penentuan lokasi gempa yang digunakan yaitu metode Hypo71. Hypo71 merupakan program yang menentukan hiposenter, magnitude dan pola gerakan awal gempa lokal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan distribusi gempa bumi susulan bahwa terdapat dua sesar Pidie Jaya. Sesar pertama mengarah ke Barat Daya - Timur Laut dan sesar kedua mengarah Utara – Selatan. Kata Kunci: Model Kecepatan, software Hypo71 dan distribusi gempa terhadap sesar ABSTRACT The active fault in Pidie Jaya that caused an earthquake on 7 Desember 2016 at 5.03 AM with magnitude Mw 6,5 has not been understood thoroughly. The purpose of this research is to determine the arrival time of P and S waves along with the location of aftershocks in Pidie Jaya. In addition, this research also compares the effect of the different models of each local velocity towards earthquake localization as a part of learning the active fault in Pidie Jaya. This research has 148 data that gained from the aftershocks along 3 days (02 January 2017 – 05 January 2017). After data processing, the velocity model which varied as the various model references used (ak135 velocity model, IASP91 velocity model, Haslinger velocity model and Ivan Koulakov velocity model) was obtained. The earthquake location was determined by using Hypo71. It is a program to find the hypocentre, magnitude, and initial pattern of local earthquake. The results of the research showed that there were two faults happened in Pidie Jaya. First fault directed to southwest - northeast and the second fault directed to north – south. Keywords: Velocity model, Hypo71 software, and distribution of earthquake toward faults

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENENTUAN MODEL KECEPATAN LOKAL 1-D DAN RELOKASI GEMPA SUSULAN PIDIE JAYA 2016 UNTUK MEMPELAJARI SESAR PIDIE JAYA (NANI AMEL LIA, 2017)

STRUKTUR SESAR AKTIF SARULLA DAN KALDERA HOPONG DI TAPANULI UTARA, SUMATRA UTARA BERDASARKAN DATA GEMPA LOKAL (Satrio Happrobo, 2019)

PENERAPAN LIFETIME ANALYSIS PADA PERBANDINGAN PERILAKU GEMPA SUSULAN (STUDI KASUS GEMPA BUMI PIDIE JAYA 7 DESEMBER 2016 DAN GEMPA BUMI AMBON 26 SEPTEMBER 2019) (Faiza Maulia, 2020)

IDENTIFIKASI SESAR AKTIF PIDIE JAYA BERDASARKAN RELOKASI DATA GEMPA BUMI SUSULAN PIDIE JAYA DAN MEKANISME FOKAL (Qadariyah, 2018)

RELOKASI HIPOSENTER GEMPA ACEH TENGAH 2 JULI 2013 YANG LEBIH AKURAT MELALUI VARIASI MODEL KECEPATAN GELOMBANG SEISMIK (SONIA RISTANTI, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy