ANALISIS AKSESIBILITAS JALUR PEDESTRIAN TERHADAP PENYANDANG DIFABEL KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS AKSESIBILITAS JALUR PEDESTRIAN TERHADAP PENYANDANG DIFABEL KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Arthika Putri Syahfani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304101010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

711.74

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jalur pedestrian merupakan salah satu elemen penting dalam perancangan kota, karena tidak berorientasi pada keindahan semata, akan tetapi juga pada masalah kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, baik bagi pengguna yang normal maupun difabel. Aksesibilitas adalah suatu ukuran terhadap kenyamanan dan kemudahan tentang suatu lokasi tata guna lahan. Berdasarkan pengamatan visual, aksesibilitas bagi penyandang difabel pada prasarana publik jalur pedestrian di Kota Banda Aceh masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai jalur pedestrian mengenai aksesibilitas penyandang difabel pada Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah dan Jalan Prof. Ali Hasyimi yang merupakan jalur pedestrian yang direncanakan ramah terhadap penyandang difabel. Jalur pedestrian tersebut telah dilengkapi oleh rambu yang dapat membantu penyandang difabel, seperti blindpath. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas penyandang difabel terhadap fasilitas pada jalur pedestrian yang ditinjau dengan metode Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Main Roads Western Australia (MRWA). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer berupa karakteristik dan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian terhadap penyandang difabel didapat dari hasil observasi dengan menggunakan formulir check list. Formulir check list terdiri dari pertanyaan berdasarkan persyaratan PU dan MRWA, pengamatan jalur pedestrian bagi pengguna umum, pengguna difabel dan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian dengan adopsi dari kedua metode tersebut. Data sekunder dari penelitian ini adalah data penderita difabel, literatur dan jurnal yang mendukung penelitian ini. Analisis data yang dilakukan adalah analisis hasil observasi aksesibilitas fasilitas jalur pedestrian terhadap pengguna difabel pada jalur pedestrian tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata jalur pedestrian di Kota Banda Aceh masih dikategorikan “kurang aman” terhadap penyandang difabel. Namun, dari ketigas jalur pedestrian pada jalan yang ditinjau Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah (kiri) memiliki persentase nilai aksesibilitas terhadap fasilitas penyandang difabel tertinggi, yaitu 73,14%. Fasilitas yang dapat ditingkatkan untuk penyandang difabel antara lain: pagar pengaman, tempat beristirahat sejenak dan rambu yang dapat dipahami penyandang difabel.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK