MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS VII SMP NEGERI 6 RSBI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS VII SMP NEGERI 6 RSBI BANDA ACEH


Pengarang

Dela Rosa Floranta - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0706103020024

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

370.15

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pendidikan matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan penguasaan sains dan teknologi. Disamping itu, matematika juga berperan sebagai sarana bagi siswa agar mampu berpikir kritis, logis, dan sistematis. Kompetensi berpikir kritis di kalangan siswa merupakan hal yang sangat penting dalam era persaingan global karena kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern ini semakin tinggi, sehingga usaha peningkatan berpikir kritis merupakan kebutuhan yang penting untuk dilakukan. Berdasarkan hal tersebut penulis akan meneliti apakah pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan berpikir kritis siswa pada materi persegi panjang, persegi dan belah ketupat di kelas VII SMP Negeri 6 RSBI Banda Aceh?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional pada materi persegi panjang, persegi dan belah ketupat di kelas VII SMP Negeri 6 RSBI Banda Aceh. Hipotesis penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan yang diajarkan melalui pembelajaran konvensional pada materi persegi panjang, persegi dan belah ketupat di kelas VII SMP Negeri 6 RSBI Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan sampel penelitian kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional yang berlokasi di SMP Negeri 6 RSBI Banda Aceh. Data nilai awal diperoleh dari nilai pretes siswa dan data nilai akhir dari nilai gain (selisih nilai postes dan pretes) siswa untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis siswa. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan statistik yang sesuai. Dari hasil analisis data akhir, berdasarkan uji kesamaan rata-rata (pihak kanan) diperoleh t_hitung= 39,5 dan t_tabel = 1,68 pada taraf signifikan ? = 0,05 dan dk = 44. H0 diterima jika t_hitung < t_tabel. karena t_hitung > t_tabel hal ini berarti H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata gain berpikir kritis siswa pada materi persegi panjang, persegi dan belah ketupat kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, sehingga pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan berpikir kritis siswa pada materi persegi panjang, persegi dan belah ketupat lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK