PERBEDAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA MASYARAKAT DAERAH RISIKO TINGGI DAN RISIKO RENDAH BANJIR DI GAMPONG BUGA DAN PEUKAN SEULIMEUM KECAMATAN SEULIMEUM ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA MASYARAKAT DAERAH RISIKO TINGGI DAN RISIKO RENDAH BANJIR DI GAMPONG BUGA DAN PEUKAN SEULIMEUM KECAMATAN SEULIMEUM ACEH BESAR


Pengarang

Dasma Intan Sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101020003

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : fakultas keperawatan universitas syiah kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.349 3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bencana Banjir menimbulkan adanya korban jiwa, dampak psikologis, kerusakan lingkungan serta kerugian harta benda. Penanganan banjir yang tidak tepat karena kurangnya kesiapsiagaan masyarakat yang terdiri dari pengetahuan dan sikap terhadap bencana, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat daerah risiko tinggi dan rendah banjir di Gampong Buga dan Peukan Seulimeum Kecamatan Seulimeum Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative study melalui pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga yang bertempat tinggal di Gampong Buga dan Peukan Seulimeum Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden yang terdiri dari dua kelompok daerah risiko tinggi dan risiko rendah banjir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert terdiri dari 12 pernyataan dan skala Guttman yang terdiri dari 22 pernyataan. Metode analisis data menggunakan uji Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 orang (57,1%) risiko tinggi dan 52 orang (74,3%) risiko rendah tidak siap dalam menghadapi bencana banjir. Hasil pengolahan data diperoleh nilai p-value = 0,000 (? = 0,05) sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat daerah risiko tinggi dan risiko rendah banjir. Disarankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat desa untuk mengadakan penyuluhan dan simulasi bencana serta mengaktifkan sistem peringatan dini agar masyarakat lebih siap siaga ketika terjadinya bencana banjir.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK