UPAYA PEMBUATAN PELLET DARI BERBAGAI KOMPOSISISEBAGAI PENYANGGA KOLOID SULFUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA PEMBUATAN PELLET DARI BERBAGAI KOMPOSISISEBAGAI PENYANGGA KOLOID SULFUR


Pengarang

Maryam Jamilah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1106103040009

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: zat penyangga, pellet, abu sekam padi, tanah liat, spektrofotometer UV-Vis
Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan pellet dari berbagai komposisi sebagai penyangga khitosan-sulfur. Variasi komposisi yang digunakan adalah abu sekam padi, tepung sagu, tanah liat, serbuk kayu dan serat nanas. Pellet yang telah dibuat dibedakan mejadi pellet abu sekam padi (abu sekam padi : tepung sagu; 70: 30g), pellet tipe I (tanah liat 100%), pellet tipe II (tanah liat : abu sekam padi; 90: 10%), pellet tipe III (tanah liat : abu sekam padi : serat nanas; 90:10:2%), pellet tipe IV (tanah liat : abu sekam padi : serbuk kayu (90:10:5%), pellet tipe V (pellet tanpa penambahan Na2S) dan pellet tipe VI (pellet dengan penambahan Na2S). Berdasarkan hasil eksperimen, pellet dengan ketahanan paling tinggi didapat pada pellet dengan variasi komposisi IV yaitu dengan komposisi tambahan berupa serbuk kayu. Perlakuan dibedakan menjadi tiga, yaitu metode immobilisasi khitosan-sulfur secara bertahap, metode immobilisasi khitosan-sulfur satu kali pencelupan, dan metode immobilisasi tanpa proses pencelupan yang dibedakan menjadi pellet tipe V dan VI berdasarkan penambahan Na2S. Karakterisasi kuantitas sulfur pada pellet dianalisis dengan menggunakan instrumen Spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar sulfur yang terlepas dari pellet tipe V setelah diekstrak dengan aseton adalah 78%, sedangkan pada pellet tipe VI hanya 28%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pellet variasi VI dengan penambahan Na2S lebih stabil dari pada pellet variasi V yang tanpa penambahan Na2S.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK