PERPECAHAN PARTAI ACEH DALAM MENGHADAPI PILKADA TAHUN 2017 (STUDI PENCALONAN ZAINI ABDULLAH SEBAGAI GUBERNUR MELALUI JALUR INDEPENDEN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERPECAHAN PARTAI ACEH DALAM MENGHADAPI PILKADA TAHUN 2017 (STUDI PENCALONAN ZAINI ABDULLAH SEBAGAI GUBERNUR MELALUI JALUR INDEPENDEN)


Pengarang

Rahmad Ramadhan Oe - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210103010077

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RAHMAD RAMADHAN
OETOMO, 2017
ABSTRAK

PERPECAHAN PARTAI ACEH DALAM
MENGHADAPI PILKADA TAHUN 2017
(Studi Pencalonan Zaini Abdullah Sebagai
Gubernur Melalui Jalur Independen)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Syiah Kuala
(ix.64), pp., bibl., app.
(Radhi Darmansyah, M.Sc)

Konflik di internal Partai Aceh terlihat jelas dengan keikutsertaan Zaini
Abdullah dalam kontestasi Pilkada Aceh tahun 2017 melalui jalur independen.
Kemudian Zaini Abdullah mengundurkan diri dari Partai Aceh, sebab sesuai
dengan Ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan, anggota Partai Politik
diharuskan mundur dari keanggotaan Partai selambat-lambatnya tiga bulan
sebelum mendaftar dari jalur perseorangan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab
terjadinya perpecahan Partai Aceh dalam menghadapi Pilkada tahun 2017 dan
mengetahui tentang Zaini Abdullah yang memilih mencalonkan diri melaui jalur
independen.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan
Deskriptif yang mana akan menghasilkan data berupa ucapan, tulisan, dan prilaku
orang-orang yang diamati.
Hasil Penelitian Ini menunjukkan aktor konflik dalam konflik internal
Partai Aceh merupakan pihak-pihak elit politik yang mengambil tindakan
masing-masing dengan tujuan masing-masing. Jika dilihat dari pandangan Partai
Aceh yang menjadi aktor konflik adalah Zaini Abdullah yang memilih
mencalonkan diri secara independen. Akan tetapi jika melihat dari tim pemenangan
AZAN maka yang menjadi aktor konflik adalah pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab dan menginginkan kekuasaan dalam Partai Aceh. Faktor
penyebab terjadinya konflik dalam Partai Aceh adalah karena ada keinginan
berbeda dari setiap elit politik yang tidak bisa disatukan. Dampak konflik internal
Partai Aceh yang muncul adalah struktur Partai Aceh mengalami kekosongan,
perubahan penilaian masyarakat, AD-ART Partai terganggu dan Partai Aceh tidak
bisa mempertahankan loyalitas elit politik maupun kader.

Kata Kunci : Perpecahan, Partai Aceh, Pencalonan Gubernur, Jalur Independen.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK