PREPARASI DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KHITOSAN BERIKATAN SILANG EPIKLOROHIDRIN/ CANGKANG TELUR UNTUK ADSORPSI ION CADMIUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PREPARASI DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KHITOSAN BERIKATAN SILANG EPIKLOROHIDRIN/ CANGKANG TELUR UNTUK ADSORPSI ION CADMIUM


Pengarang

Nisfayati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200230007

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Kimia Unsyiah., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

341.33

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Preparasi dan karakterisasi komposit khitosan berikatan silang epiklorohidrin/ cangkang telur sebagai adsorben ion Cd2+ telah dilakukan. Komposit khitosan berikatan silang epiklorohidrin/cangkang telur dibuat dengan menggunakan epiklorohidrinsebagai agen pengikat silang dan cangkang telur sebagai filler. Khitosan dan komposit khitosan yang dihasilkan dikarakterisasi dengan uji tarik, Fourier Transform Infrared (FT-IR), X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil uji tarik dan hasil uji adsorpsi terhadap ion Cd2+ menunjukkan bahwa komposisi optimum epiklorohidrinadalah 44,03% (b/b)dan komposisi optimum cangkang telur adalah 9,328 % (b/b).Hasil uji adsorpsi menunjukan kondisi optimum adsorpsi ion Cd2+oleh khitosan dan komposit khitosan berikatan silang epiklorohidrin/cangkang telur pada pH 6 dan waktu kontak 40 menit. Isotermadsorpsi menunjukkan khitosan dan komposit khitosan berikatan silang epiklorohidrin/cangkang telur mengikuti model isoterm Langmuir dengan Qmaksberturut-turut untuk khitosan dan komposit khitosan adalah 1,0081 mg/g dan 11,7647 mg/g. Hal ini menunjukkan penambahan pembentuk ikat silang epiklorohidrin dan cangkang talur sebagai filler dapat meningkatkan daya serap khitosan sampai 10,67 %.Kinetika adsorpsi khitosan murni mengikuti modelpseudo-first-ordersedangkan komposit khitosan mengikuti model pseudo-second-order. Hasil uji regenerasi menunjukan khitosan tidak tahan terhadap kondisi asam sedangkan komposit khitosan lebih tahan kondisi asam dan dapat digunakan dalam 6 kali pengulangan sebagai adsorben ion logam Cd2+.

Kata kunci: Khitosan, Cangkang Telur, Epiklorohidrin, Komposit, Adsorpsi, ion logamCd2+.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK