PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN NANO KARBON AKTIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN NANO KARBON AKTIF


Pengarang

Aris Munandar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200090001

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Kimia Unsyiah., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

628.43

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan sumber
pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan,
sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui
peningkatan teknologi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan
untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi.
Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dalam skala
nanometer. Nano karbon diaktivasi secara fisika (kalsinasi) pada suhu 700
C.
Konsentrasi sebelum dan setelah proses adsorbsi dilakukan dengan menggunakan
spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu kontak (0,5; 1, 2,
3, 4, dan 8) jam, massa adsorben (0,25; 0,5; 1; dan 2) gr, konsentrasi awal (48; 97;
194; dan 483) mg/l, ukuran adsorben (nano size dan mikron size), dan jenis
adsorben (nano karbon aktif dan nano zeolit). Analisis X-Ray Diffraction (XRD)
menunjukkan bahwa nano karbon aktif memiliki struktur amorf, sedangkan hasil
Scanning Electron Microscopy (SEM) terlihat bahwa nano karbon aktif memiliki
ukuran nanometer (10
-9
). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak,
massa adsorben, konsentrasi awal sampel limbah, ukuran dan jenis adsorben
mempengaruhi penyisihan konsentrasi. Waktu kontak yang optimal antara nano
karbon aktif dengan konsentrasi adalah 4 jam dengan massa adsorben 2 gr. Pada
jumlah atau massa adsorben yang tetap (2 gram) semakin tinggi konsentrasi awal
di dalam sampel limbah maka penyerapan semakin besar. Ukuran sampel pada
skala nano memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran sampel pada
skala mikron. Hasil penyisihan konsentrasi di dalam sample PMKS untuk nano
karbon aktif lebih baik dibandingkan nano zeolit. Jenis isoterm yang terjadi adalah
isoterm Langmuir dan kinetika adsorpsi yang terjadi adalah kinetika order satu
semu.
Kata Kunci: Limbah cair PMKS, adsorpsi, nano karbon aktif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK