PENYELESAIAN KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENYELESAIAN KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES BIREUEN


Pengarang

Hassanein Heikal Hamdani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1203101010382

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

364.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyelesaian Kekerasan Fisik Terhadap Anak (Suatu
Penelitian di Wilayah Hukum Polres Bireuen)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv,55),pp.,bibl.,tabl.


ABSTRAK

Hassanein Heikal,
2017



Dr. Mohd.Din,S.H.,M.H.
Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan
Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
menyebutkan bahwa “Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan,
melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap
anak, pelanggaran ketentuan ini diancam dengan pidana dalam Pasal 80 ayat (1)
yaitu Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan
dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
Namun kenyataannya tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak masih terjadi di
wilayah Bireun.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan upaya
penegakan hukum terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana kekerasan fisik
terhadap anak dan untuk menjelaskan upaya apa yang dilakukan untuk pencegahan
tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak di wilayah hukum Polres Bireun.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara
membaca buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, sedangkan penelitian
lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap
pelaku yang melakukan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak ialah dengan
diselesaikan secara peradilan pidana dan secara mediasi. Upaya yang dilakukan
untuk pencegahan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak ialah dengan
preventif dan represif. Upaya preventif meliputi sosialisasi dan penyuluhan pada
masyarakat tentang perlindungan anak, melakukan sosialisasi di sekolah tentang
pemahaman dan ajaran agar anak terhindar dari kejahatan, dan bekerjasama
dengan instansi-instansi terkait dengan perlindungan anak, serta upaya represif
meliputi memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan melalui Badan
Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak .
Disarankan kepada pemerintah untuk sering melakukan sosialisasi
tentang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UndangUndang
Nomor
23
Tahun
2002
tentang
Perlindungan
Anak
kepada
seluruh
elemen

masyarakat

agar masyarakat bisa memahami aturan hukum yang berlaku dan
disarankan juga agar penyelesaian perkara pidananya dapat dilakukan secara
mediasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK