PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Siti Intan Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata Kunci: persepsi masyarakat, kepemimpinan perempuan

Penelitian ini membahas tentang: Persepsi Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Perempuan di Kota Banda Aceh. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana persepsi perempuan terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh (2) Bagaimana persepsi tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana persepsi perempuan terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh (2) Untuk mengetahui bagaimana persepsi tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Lokasi penelitian di Kecamatan Syiah Kuala Gampong Kopelma Darussalam. Gampong Lamgugop. Gampong Alue Naga. Kecamatan Kuta Alam Gampong Bandar Baru. Gampong Kuta Alam. Gampong Lampulo. Kecamatan Lueng Bata Gampong Lueng Bata. Gampong Cot Mesjid. Gampong Lampaloh. Teknik analisis data kualitatif. Jumlah subjek penelitian seluruhnya adalah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan (1) Secara umum perempuan yang ada di Kota Banda Aceh setuju dengan adanya kepemimpinan perempuan, karena perempuan juga memiliki hak dan potensi yang tidak kalahnya dengan laki-laki, dalam realita banyak perempuan yang memiliki kemampuan dari pada laki-laki dan perempuan di anggap lebih bertanggung jawab dan teliti dalam pekerjaanya.(2) Mayoritas masyarakat masih melihat keterlibatan seorang perempuan menjadi pemimpin sebagai hal yang tidak wajar dan dilarang dalam agama. Sifat perempuan yang lebih mengandalkan perasaan lemah lembut sehingga dianggap kurang tegas. Maka sebagian masyarakat menganggap laki-laki diprioritaskan untuk menjadi pemimpin. Dizaman yang mulai maju sekarang kepemimpinan perempuan lebih dominan, dan tidak sedikit pula yang menganggap keterlibatan perempuan menjadi pemimpin di perbolehkan dalam agama, asalkan seorang pemimpin itu bias menjadi panutan dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan norma dan hukum, dan tidak lupa dengan kodratnya sebagai perempuan. Disarankan (1) Diharapkan perempuan dapat menunjukkan eksistensinya dan prestasinya yang tidak kalahnya dengan laki-laki, dimana perempuan mempunyai hak yang sama sebagai masyarakat. (2) Diharapkan tidak ada perbedaan baik kepemimpinan laki-laki maupun perempuan, keduanya diharapkan dapat menjadi panutan dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan norma dan hukum.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK