//

INVENTARISASI JAMUR PADA SARANG RAYAP DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BALIMBING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Sirtina Hanum - Personal Name
SubjectMUSHROOMS
TERMITE
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Jamur dan rayap hidup saling berdampingan serta memiliki hubungan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) di hutan tropis. Jamur dapat menghasilkan enzim selulotik yang membantu rayap mencerna partikel tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur yang terdapat pada sarang rayap di Kawasan Stasiun Penelitian Suaq Balimbing sehingga dapat digunakan sebagai informasi awal dalam mengembangkan pengendalian rayap ramah lingkungan. Metode yang digunakan untuk pengkoleksian sampel adalah standarized sampling protocol dan identifikasi menggunakan metode slide culture. Hasil penelitian menunjukkan 15 dari 32 sarang rayap yang ditemukan ditumbuhi oleh jamur. Sarang tersebut berasal dari marga rayap Hypotermes, Odontotermes, Hospitalitermes, Microtermes, Coptotermes, Nasutitermes, Microtermes, Nasutitermes, dan Schedorhinotermes. Berdasarkan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis, jenis jamur yang diperoleh dari sarang rayap berjumlah 9 jenis, yaitu: Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger, Aspergillus candidus, Aspergillus sp.1, Aspergillus sp.2, Aspergillus sp.3, Penicillium sp., Trichoderma sp. Kata kunci: jamur, sarang, rayap, Suaq Balimbing ABSTRACT Fungi and termites coexisted each other. They have symbiotic relations mutualism (mutually beneficial) in the tropical forests. Fungi have cellulotic enzyme that help termites consumed plant particle. This research aims to determine the fungus found on termite nests in Suaq Balimbing Research Station so it can be used that as initial information in developing environmentally friendly termite control. The method used for collecting samples of fungus is a Standarized Sampling Protocol and for identification used slide culture method. The results showed that 15 of 32 termites nest are invaded by fungi. The nests derived from the termites genus of Hypotermes, Odontotermes, Hospitalitermes, Microtermes, Coptotermes, Nasutitermes, Microtermes, Nasutitermes, and Schedorhinotermes. Based on macroscopic and microscopic observation, fungus species that obtained from termite nests are 9 species, namely: Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger, Aspergillus candidus, Aspergillus sp.1, Aspergillus sp.2, Aspergillus sp.3, Penicillium sp., Trichoderma sp. Keywords: fungi, nest, termite, Suaq Balimbing

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

INVENTARISASI JAMUR PADA SARANG RAYAP DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BALIMBING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Sirtina Hanum, 2017)

BIOLOGI SARANG RAYAP SUBFAMILI NASUTITERMITINAE DI STASIUN SUAQ BALIMBING TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Hendra Ervany, 2018)

PERILAKU HARIAN INDUK BETINA DAN ANAK ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII LESSON, 1827) DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BALIMBING, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Miftahul Jannah, 2021)

INVENTARISASI JAMUR BERPOTENSI ENTOMOPATOGEN YANG DIKOLEKSI DARI SARANG RAYAP DI KAWASAN ALUR MANCANG EKOSISTEM SEULAWAH (Oviana Lisa, 2017)

UJI PATOGENITAS JAMUR BEAUVERIA BASSIANA TERHADAP BERBAGAI GENUS RAYAP YANG MENYERANG RUMAH DAN PERABOT RUMAH TANGGA (Miftahul Jannah, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy