HUBUNGAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DAN PERIKSA PAYUDARA KLINIS (SADANIS) TERHADAP DETEKSI TUMOR PAYUDARA DI RSUD ZAINOEL ABIDIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DAN PERIKSA PAYUDARA KLINIS (SADANIS) TERHADAP DETEKSI TUMOR PAYUDARA DI RSUD ZAINOEL ABIDIN


Pengarang

Cloudia Noviani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101010067

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.994

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Neoplasma payudara disebut juga dengan tumor payudara merupakan massa abnormal dari sel-sel yang mengalami prolifersi, namun selama mengalami perubahan neoplastik mereka memperoleh derajat otonomi tertentu yaitu sel neoplastik tumbuh dengan kecepatan yang tidak terkoordinasi dengan kebutuhan hospes dan fungsi yang sangat tidak bergantung pada pengawasan homeostasis sebagian besar sel tubuh lainnya. Tumor payudara dibagi menjadi dua jenis yakni tumor jinak (benigna) dan ganas (maligna). Skrining payudara bertujuan untuk menemukan kelainan payudara yang secara klinis belum jelas, metode skrining payudara terdapat 3 jenis yakni SADARI, SADANIS dan tes mamografi. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai hubungan antara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) terhadap deteksi dini tumor payudara di RSUD Zainoel Abidin dengan melihat data primer berupa hasil kuisioner dan data sekunder dari rekam medik pasien pada bulan Oktober 2016 – November 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode cross sectional Study. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik accidental sampling selama 1 bulan didapatkan sampel 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan pada diagnosis klinik tumor jinak, 15 orang melakukan pemeriksaan payudara (68,2 %) dan 2 orang tidak melakukan pemeriksaan payudara (20 %) sedangkan pada diagnosis klinik tumor ganas payudara 7 orang melakukan pemeriksaan payudara (31,8 %) dan 8 orang tidak melakukan pemeriksaan payudara (80 %). Dengan hasil chi- square pada kolom fisher’s exact test sebesar 0,021 maka p-value

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK