PENGARUH CAMPURAN SERBUK DAUN BABADOTAN DAN SERBUK DAUN SIRSAK TERHADAP MORTALITAS SERTA PERKEMBANGAN SITOPHILUS ZEAMAIS PADA JAGUNG DI PENYIMPANAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH CAMPURAN SERBUK DAUN BABADOTAN DAN SERBUK DAUN SIRSAK TERHADAP MORTALITAS SERTA PERKEMBANGAN SITOPHILUS ZEAMAIS PADA JAGUNG DI PENYIMPANAN


Pengarang

Fitri Yanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205101050101

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

632.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Sitophilus zeamais merupakan serangga yang dominan menyerang jagung dan beras, selain itu juga menyerang gandum, kacang tanah, kacang kapri dan kedelai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan serbuk nabati yang digunakan yaitu 10 gram serbuk daun babadotan, 10 gram sirsak, 5 gram babadotan + 5 gram sirsak, 7,5 gram babadotan + 2,5 gram babadotan + 7,5 gram sirsak. Peubah yang diamati meliputi daya repelensi, mortalitas imago S. zeamais, lama imago muncul, jumlah imago F1 yang muncul dan persentase kerusakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya repelensi imago S zeamais tertinggi pada perlakuan sirsak yaitu 86% dan yang terendah terdapat pada perlakuan campuran 2,5 g babadotan + 7,5 g sirsak yaitu 56%. Selanjutnya mortalitas imago S. zeamais pada pengamatan 6 hari setelah aplikasi tertinggi dijumpai pada perlakuan serbuk daun sirsak yaitu 82,50% dan terendah dijumpai pada perlakuan campuran 7,5 g babadotan + 2,5 g sirsak yaitu 45%. Jumlah F1 yang muncul terbanyak dijumpai pada perlakuan campuran 7,5 g babadotan + 2,5 g Sirsak yaitu mencapai 47 imago sedangkan paling sedikit muncul dijumpai pada perlakuan 10 g serbuk daun sirsak yaitu 29,50 imago. Persentase kerusakan biji jagung akibat serangan S. zeamais tertinggi dijumpai padakontrol yaitu sebesar 40.18% kemudian diikuti oleh perlkaun campuran 7.5 g babadotan + 2.5 g sirsak yaitu 25.88%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK