//

HUBUNGAN KARAKTERISTIK KASUS RED FLAGS DARI HASIL GAMBARAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING DENGAN PENINGKATAN LAJU ENDAP DARAH PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH KRONIK DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rahmatul Dwi Hutriawan - Personal Name
SubjectDISABILITY
CHRONIC DISEASES-MEDICINE
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2016

Abstrak/Catatan

Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah satu keluhan gangguan muskuloskeletal yang dirasakan di daerah punggung bawah serta merupakan penyakit tertinggi yang menyebabkan disabilitas dan peningkatan beban ekonomi setiap tahunnya. Diagnosis dini dan pengenalan cepat terhadap tanda dan gejala red flags pada NPB harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut terutama pada kasus-kasus NPB di layanan primer. Pemeriksaan MRI merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang sering dilakukan pada pasien NPB. Selain itu pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) yang murah, mudah, dan terdapat pada semua tingkat pelayanan kesehatan juga dapat dilakukan sebagai langkah pengenalan awal terhadap kasus red flags pada NPB kronik. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik kasus red flags dengan peningkatan laju endap darah pada pasien nyeri punggung bawah kronik di Poliklinik Saraf RSUDZA serta mengetahui nilai diagnostik pemeriksaan LED dalam menegakkan kasus red flags. Subjek penelitian diambil secara non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 105 pasien. Data diperoleh dari hasil pengumpulan gambaran MRI pasien NPB dan hasil pemeriksaan LED. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Dari hasil analisis didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik kasus red flags dari gambaran MRI terhadap peningkatan LED (p=0,000), dengan nilai sensitivitas pemeriksaan LED dalam mendiagnosis red flags pada NPB kronik yaitu 62%, spesifisitas = 72,4%, nilai duga positif = 46%, nilai duga negatif = 83%, likelihood ratio positif = 2,25, likelihood ratio negative = 0,52 dan nilai cut off point pemeriksaan LED dalam mendiagnosis kasus red flags pada NPB kronik adalah 31 mm/jam. Kata kunci : Nyeri Punggung Bawah(NPB), Magnetic Resonance Imaging (MRI), red flags, Laju Endap Darah (LED)

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN HASIL GAMBARAN RADIOLOGI MAGNETIC RESONANCE IMAGING LUMBOSAKRAL DENGAN GEJALA KLINIS PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA BANDA ACEH PERIODE BULAN OKTOBER SAMPAI DESEMBER TAHUN 2015 (Dwita Monica Putri, 2016)

HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR DAN GAMBARAN MRI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSUDZA BANDA ACEH (ALDILO TALIMA, 2018)

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA (Bangkit Salam, 2017)

EFEKTIFITAS FACET JOINT BLOCK TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG BAWAH (NBP)KRONIK DIBAGIAN SARAF RSUDZA BANDA ACEH (DEVI INKHA SAPUTRI, 2016)

HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KETERBATASAN BERAKTIVITAS PADA PASIEN SPECIFIC DAN NON-SPECIFIC LOW BACK PAIN (Nabila DInda Jeulila, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy