//

PENGARUH EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA DI MUKOSA ORAL

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Risa Rahma Putri - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Risa Rahma Putri Fakultas : Kedokteran Gigi Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Judul : Pengaruh Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Terhadap Jumlah Fibroblas pada Proses Penyembuhan Luka Di Mukosa Oral. Luka merupakan diskontinuitas dari suatu jaringan. Setiap luka yang terjadi selalu diikuti dengan proses penyembuhan luka yang terdiri atas fase-fase yang saling berhubungan satu dan lainnya yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Daun tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) memiliki aktivitas penyembuhan luka karena memiliki kandungan zat kimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol dan steroid yang berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap jumlah fibroblas pada proses penyembuhan luka di mukosa oral. Luka dibuat dengan cara menginsisi mukosa labial Tikus Wistar (Rattus norvegicus). Pada kelompok kontrol, luka diaplikasikan akuades sedangkan pada kelompok perlakuan, luka diaplikasikan ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus) dengan variasi konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hari ke-7 tikus dieutanasia dan dilakukan pengambilan jaringan mukosa labial tikus untuk selanjutnya dilakukan proses pengamatan jaringan histologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah fibroblas pada kelompok kontrol lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan nilai rata-rata sebanyak 20,0±1,4. Kelompok perlakuan dengan aplikasi ekstrak daun tapak dara dengan konsentrasi 6,25% mempunyai rata-rata jumlah fibroblas sebanyak 27,7±0,5, konsentrasi 12,5% sebanyak 28,1±0,4, konsentrasi 25% sebanyak 30,1±0,5, konsentrasi 50% sebanyak 35,0±1,0 dan konsentrasi 100% sebanyak 33,0±1,1. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus) berpengaruh terhadap jumlah fibroblas pada proses penyembuhan luka di mukosa oral dengan konsentrasi terbaik adalah 50%. Kata kunci: Catharanthus roseus, Rattus norvegicus, aktivitas penyembuhan luka, penyembuhan luka, fibroblas. ABSTRACT Name : Risa Rahma Putri Faculty : Dentistry Study Programme : Dentistry Title : The effectivity of Tapak Dara Leaf Extract (Catharanthus roseus) to the Number of Fibroblast in Oral Muccous Wound Healing Proccess Wound is a discontinuity of a tissue. Every wound that occurs is always followed by the wound healing process consists of phases that are related to one another, namely hemostasis, inflammation, proliferation, and remodelling. Tapak dara (Catharanthus roseus) leaf has wound healing activity because containing chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, polyphenols and steroids that play roles in accelerating the wound healing process. This study aimed to know the effects of tapak dara leaf extracts to the number of fibroblasts in the wound healing process in the oral mucous. Wound was made by incised the labial mucous of rats (Rattus norvegicus). In the control group, aquades was applied to the wound, while in the treatment group, the tapak dara leaf extracts was applied with variations concentration 6.25%, 12.5%, 25%, 50% and 100%. On the day 7th, rats was euthanatized and the labial mucous tissue was used to the next process of histological tissue observation. The results showed the number of fibroblasts in the control group is less than the value of the treatment group with an average of 20.0 ± 1.4. The treatment group with tapak dara leaf extract application at concentration of 6.25% has an average number of fibroblasts as much as 27.7 ± 0.5, concentration of 12.5% as much as 28.1 ± 0.4, concentration of 25% as much as 30.1 ± 0.5, concentration of 50% as much as 35.0 ± 1.0 and concentration of 100% as much as 33.0 ± 1.1. It conclude that tapak dara (Catharanthus roseus) leaf extracts has an effect to the number of fibroblasts in the wound healing process in the oral mucous with 50% as the best concentration. Keywords: Catharanthus roseus, Rattus norvegicus, wound healing activity, wound healing, fibroblast.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS L.)TERHADAP MORTALITAS DAN TINGKAH LAKU LARVA AEDES AEGYPTI (Ida Mailis, 2014)

PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-14) (Henny, 2014)

EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL BATANG TAPAK DARA (CATHARANTUS ROSEUS L.G. DON) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI INSTAR III (Indah Permata sari, 2015)

PENGARUH EKSTRAK METANOL BUNGA TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROESEUS (L.) G. DON) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI INSTAR III (Ipak Ranto, 2015)

PENGARUH EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) TERHADAP PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIK PADA MUKOSA ORAL(PENELITIAN PADA TIKUS MODEL) (CUT NADIRA SABILLA, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy