ANALISIS MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR),(STUDI KASUS:KILANG KELAPA SAWIT RIMO-ACEH SINGKIL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

ANALISIS MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR),(STUDI KASUS:KILANG KELAPA SAWIT RIMO-ACEH SINGKIL)


Pengarang

Sayed Arif Rafsanjani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104106010057

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ANALISIS MITIGASI RISIKO PADA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN MODEL SCOR (Supply Chain Operation Reference)
ABSTRAK
Perhatian mengenai risiko dan mitigasi risiko pada rantai pasok secara berkelanjutan telah mengalami pengembangan dalam satu dekade terakhir ini. PT XYZ adalah sebuah perusahaan perkebunan dan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) serta inti sawit. Kilang kelapa sawit ini menerapkan sistem Supply Chain yang kompleks. Kompleksitas Supply Chain menghadapkan dengan berbagai risiko yang menyebabkan kegagalan tujuan yang hendak dicapai, seperti tidak adanya bahan baku, keterlambatan pengiriman, kecelakaan kerja. Untuk mengetahui risiko-risiko yang mungkin akan terjadi dan memitigasi masalah-masalah risiko dalam Supply Chain hendaknya dikembangkan suatu Model SCOR (Supply Chain Operation Reference). Dalam penelitian ini akan dilakukan kajian identifikasi risiko dan agen risiko, melakukan analisis dan evaluasi risiko dengan menggunakan House of Risk (HOR). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 12 kejadian risiko dan 9 agen risiko yang teridentifikasi. Agen risiko yang mendapatkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) tertinggi adalah agen risiko yang diprioritaskan untuk dimitigasi. dari evaluasi diagram Pareto terpilih dua agen risiko prioritas yaitu perawatan tanaman yang kurang memadai dengan nilai ARP 108 dan kurang produktif kilang beroperasi dengan nilai ARP 81. Perencanaan mitigasi yang ditawarkan adalah penyesuaian tanaman dengan lingkungan, pemupukan yang teratur, penggunaan alat berteknologi tinggi, pengendalian gulma secara intensif, pemberantasan hama dan penyakit, penunasan yang teratur, prosedur pemanenan yang benar, Preventive Maintenance, pengontrolan kualitas bahan baku, dan menyediakan Safety Stock. Jika perencanaan mitigasi tersebut dapat diterapkan, maka perusahaan dapat meminimalisir kejadian-kejadian risiko yang tidak diinginkan.

Kata Kunci : Mitigasi, Risiko, Supply Chain, Supply Chain Risk Management (SCRM), Supply Chain Operation Reference (SCOR), House of Risk (HOR).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK