STUDI PENGARUH PENAMBAHAN PLTA PEUSANGAN 1 DAN2 4X22MW PADA SUBSISTEM ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

STUDI PENGARUH PENAMBAHAN PLTA PEUSANGAN 1 DAN2 4X22MW PADA SUBSISTEM ACEH


Pengarang

Muhammad Arifai - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204105010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis aliran daya pada Sistem Tenaga Listrik 150kV Aceh dalam kondisi pembebanan maksimum saat sebelum dan setelah masuknya PLTA Peusangan pada tahun 2018 mendatang. Penambahan pembangkit baru merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik sehingga diperlukan suatu studi aliran daya untuk melihat dampak dari penambahan tersebut. Permasalahan penelitian ini dibatasi pada penentuan nilai tegangan gardu induk, aliran daya aktif dan daya reaktif pada berbagai saluran serta rugi-rugi daya saluran saat sebelum dan sesudah masuknya PLTA Peusangan. Metode pendekatan aliran daya yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Gauss-Seidel dengan faktor ketelitian 0,0001 melalui simulasi dengan bantuan software ETAP 12.6.0. Simulasi dilakukan pada dua skenario yakni: 1) Sistem Tenaga Listrik 150kV Aceh saat ini; dan 2) Masuknya PLTA Peusangan pada Sistem Tenaga Listrik 150kV Aceh. Hasil simulasi menunjukkan gardu induk Banda Aceh menjadi gardu induk yang mendekati batas undervoltage pada subsistem Aceh 2018 mendatang dengan nilai tegangannya yaitu 137,14 kV atau 91,43 %. Aliran daya aktif dan daya reaktif tertinggi setelah penambahan pembangkit terdapat pada saluran Lhokseumawe – Arun yitu sebesar 105,897 MW dan 51,734 Mvar. Rugi-rugi daya tertinggi setelah masuknya pembangkit baru terjadi pada saluran Sigli – Banda Aceh yaitu 1.309 kW dan 4.705 kvar.
Kata kunci : aliran daya, ETAP, sistem interkoneksi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK