PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS DAS SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS DAS SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA)


Pengarang

Khairuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200060026

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

632.17

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kejadian dan karakteristik banjir sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah aliran sungai (DAS) diantaranya topografi (kemiringan DAS), tata guna lahan, bentuk DAS, intensitas curah hujan, karakteristik alur sungai, dan cara pengelolaan DAS. Aliran permukaan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya evaporasi, evapotranspirasi, infiltrasi dan intersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya nilai intersepsi dari kelapa sawit dan pengaruhnya terhadap banjir. Ruang lingkup penulisan ini mencakup perhitungan intersepsi, perhitungan curah hujan areal, curah hujan rencana, perhitungan luas DAS yang dapat berubah menjadi lahan kelapa sawit, debit banjir rencana dan perhitungan kapasitas palung sungai. Dalam perhitungan DAS dibagi menjadi 2 outlet yaitu outlet 1 dan outlet 2. Data curah hujan yang digunakan dari stasiun Meulaboh, stasiun Beutong dan stasiun Alue Bilie. Hasil pengujian distribusi hujan menggunakan uji Smirnov-Kolmogorov dan Chi-Kuadrat menunjukkan distribusi hujan DAS Seunagan mengikuti Normal dan Gumbel. Hujan areal DAS untuk periode ulang 100 tahun sebelum adanya pengaruh intersepsi untuk masing-masing sub DAS adalah 230,81 mm dan 197,59 mm, sedangkan setelah perhitungan intersepsi adalah 152,94 mm dan 189,09 mm. Perhitungan curah hujan efektif menggunakan metode SCS dimana nilai curve number (CN) sebelum adanya pengaruh intersepsi adalah 72,19 dan 73,15, sedangkan sesudah intersepsi adalah 81,54 dan 73,99. Perhitungan banjir menggunakan metode unit hidrograf satuan sintetis SCS. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa besarnya nilai debit banjir rencana pada kondisi tanpa pengaruh intersepsi adalah sebesar 3.042,72 m3/dtk, dan setelah dipengaruhi oleh interepsi menjadi 2.521,23 m3/dtk. Palung sungai yang terletak pada outlet DAS dengan elevasi dasar sungai +5,00, elevasi tanggul kiri/kanan +11,80 dan lebar 70 m mampu mengalirkan debit maksimum sebesar 4.019,59 m3/dtk. Sedangkan debit banjir rencana sebesar 2.521,23 m3/dtk dengan ketinggian muka air pada elevasi +9,71. Dengan demikian palung sungai masih mampu mengalirkan debit banjir rencana yang akan terjadi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK