PERENCANAAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DINAMIS METODE DANISH, AASHTO DAN NAVY-MC KAY ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG - BANDA ACEH ) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   

PERENCANAAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DINAMIS METODE DANISH, AASHTO DAN NAVY-MC KAY ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG - BANDA ACEH )


Pengarang

Yunita Sylvia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010129

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pondasi merupakan suatu bagian terbawah dari suatu konstruksi bangunan yang berfungsi untuk meneruskan beban bangunan ke tanah dasar. Daya dukung pondasi adalah hal yang paling penting dalam konstruksi ini. Ilmu dasar geoteknik sangat dibutuhkan dalam merencanakan suatu kontruksi bangunan untuk mendapatkan suatu konstruksi bangunan yang aman dan ekonomis. Jembatan merupakan sebuah struktur bangunan yang terdiri dari struktur atas (upper structure) dan struktur bawah (lower structure). Pondasi merupakan sebuah elemen struktur bangunan bawah yang berfungsi menyalurkan beban struktur atas (upper structure) ke lapisan tanah dasar (bearing layer) yang ada dibawahnya. Pada pembangunan Jembatan Lamnyong pondasi yang digunakan adalah tiang pancang. Studi perencanaan ini meliputi perhitungan kapasitas daya dukung tiang pancang dinamis dengan menggunakan metode Danish, AASHTO dan Navy-McKay. Metode formula dinamis yang menjadi objek pada tugas akhir ini dapat digunakan sebagai kontrol untuk menguji kapasitas sebuah tiang pancang di lapangan dari data hasil pemancangan melalui nilai final set (S). Perencanaan ini dilakukan berdasarkan pengumpulan data sekunder yang berupa data pemancangan di lapangan, data alat pekerjaan yang dipakai saat pemancangan dan data hasil pengujian dinamis tiang pancang. Hasil yang dikemukakan pada pembangunan Jembatan Lamnyong – Banda Aceh dengan menggunakan metode formula dinamis adalah daya dukung terkecil didapatkan dengan menggunakan metode Danish. Sedangkan daya dukung terbesar didapatkan dengan menggunakan metode AASHTO dan metode Navy-McKay. Metode Danish lebih aman untuk digunakan dan memiliki resiko yang lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan kedua metode lainnya.

Kata kunci : pondasi, daya dukung dinamis, metode Danish, AASHTO dan Navy-McKay.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK