//

MAKNA TARI GUEL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nikmah Kampalia - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kesenian Tari Guel merupakan salah satu bentuk karya seni yang dihasilkan dari budaya Gayo. Tari Guel ditarikan pada berbagai upacara atau penyambutan tamu salah satunya yaitu pada upacara pernikahan di Kecamatan Bebesen. Tari Guel lahir dari legenda gajah putih yang menjadi sejarah yang melatar belakangi munculnya tari Guel. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna sosial Tari Guel dalam kehidupan masyarakat Gayo melalui gerakan-gerakan yang terdapat di dalam Tari Guel untuk meningkatkan nilai adat masyarakat.Penelitian ini menggunakan Teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer untuk lebih menekankan pada pemaknaan, bahasa dan pikiran atau penapsiran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara mendalam serta data sekunder yang didapatkan dari arsip data Kampung Bebesen dan Badan Pusat Statistik. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa setiap gerakan Tari Guel memiliki makna yang mencerminkan pola kehidupan masyarakat Gayo, dimana masyarakat Kecamatan Bebesen dikenal karena keramah tamahannya dalam kehidupan sehari-hari agar mereka selalu bersatu dan saling menjaga serta membina hubungan sosial antara sesama, baik itu sesama masyarakat setempat maupun terhadap masyarakat luar. Kesenian tari Guel memiliki unsur-unsur pembentuk keindahan yang terstruktur seperti gerakan-gerakan Tari Guel dan properti pendukung Tari Guel. Rangkaian unsur ini menjadi daya dukung nilai adat yang dimiliki karena telah menjadi representasi dari kehidupan masyarakat. Tari Guel ini menjadi sarana dalam berkesenian, juga menjadi perekat hubungan sosial yang terjalin dalam masyarakat. Kesimpulan Teradisi berkesenian di Gayo khusunya di Kecamatan Bebesen lebih dari sekedar hiburan. Seni telah menjadi bagian hidup yang mewarnai banyak aspek kehidupan masyarakat, Makna tari Guel bagi masyarakat adalah sebuah pemeberian yang di anggap penting terkait dengan yang mereka butuhkan untuk menunjang kehidupan masyarakat itu sendiri, baik yang berkaitan dengan hubungan sosial, ekonomi dan budaya. Kata Kunci : Makna, Tari Guel, Masyarakat Gayo

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERKEMBANGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (1903-2013) (Fitria Aprilyanti, 2015)

PERBEDAAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Arizki Arifkan, 2019)

PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)

PENGARUH AKULTURASI MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT SETEMPAT DALAM PROSES UPACARA PERKAWINAN ADAT GAYO (STUDI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MASYARAKAT KEMUKIMAN BEBESEN KECAMATAN BEBESEN, KABUPATEN ACEH TENGAH) (Syahri Afrizal, 2020)

MAKNA PESAN VERBAL DAN NONVERBAL YANG TERKANDUNG DALAM TARI SAMAN (SUATU PENELITIAN PADA GROUP TARI SAMAN GAYO SANGGAR SENI SEULAWEU) (Hendra Saputra, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy